Suara.com - Seorang perempuan berinisial NRS (30), menjadi korban penipuan Polisi gadungan bernama David Heydar Pratama (26). David mengaku sebagai anggota kepolisian dengan pangkat AKP yang bertugas di Bareskrim Mabes Polri.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dr. Budi Sartono, mengatakan pelaku berkenalan dengan korban melalui aplikasi mencari jodoh. Dalam profilnya, David memakai nama akun Antonius Felix Rompas dan menggunakan seragam kepolisian dengan atribut lengkap demi mengelabui korban.
“Modus operandi yang bersangkutan kenal dari aplikasi Tinder dengan korban dan mengaku sebagai anggota kepolisian bernama Antonius Felix Rompas dengan pangkat AKP dan berdinas di Bareskrim Polri,” kata Budi Sartono, dikutip Kamis.
Setelah berkenalan di Tinder, keduanya lantas melanjutkan percakapan ke WhatsApp. Selama berkenalan, pelaku berulangkali meminjam uang pada korban.
Tak tanggung-tanggung, total uang korban yang dipakai oleh pelaku mencapai hingga Rp 165 juta. Kepada korban, pelaku mengaku butuh uang untuk mengurusi masalah terkait pelanggaran kode etik.
“Korban karena tidak tega meminjamkan dengan menggadaikan BPKB kendaraan korban,” ucap Budi.
Setelah menguras uang milik korban, pelaku lantas menghilang. Merasa dirugikan, Korban lalu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polisi.
"Tak lama usai dilaporkan, pelaku berhasil diamankan di indekosnya yang terletak di daerah Situ Dago, Kota Bandung," jelas Kapolres.
Menurut pengakuan pelaku, uang yang didapat dari korban digunakan untuk berjudi slot.
Baca Juga: Kabaharkam Polri Beri Apresiasi, Korsabhara Raih Dua Sertifikat ISO
“Uangnya digunakan untuk gaya hidup, ada yang digunakan untuk beli sesuatu dan ada juga yang untuk main judi slot,” kata Budi Sartono.
Rupanya, korban David bukan cuma NRS, Ia mengaku sudah pernah melakukan aksi serupa di wilayah Sukabumi. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 4 tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Kabaharkam Polri Beri Apresiasi, Korsabhara Raih Dua Sertifikat ISO
-
Persib Vs Persija: Thomas Doll Harap Sanksi Larangan Bobotoh Hadir Tidak Ada
-
Demi Judi Slot, Polisi Gadungan Tipu Wanita di Bandung Rp165 Juta Lewat Kencan di Tinder
-
Para Pemain Persija Pakai Ikat Kepala Hitam Jelang Hadapi Persib, Apa Artinya?
-
BRI Liga 1: Persib Bandung Yakin Raih Poin Penuh saat Jamu Persija Jakarta Sabtu Besok
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Nadiem Makarim Usai Pemaparan Keterbatasan Chromebook: You Must Trust The Giant
-
Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator
-
Surat Google Dicuekin Muhadjir Tapi Dibalas Nadiem, Kini Berujung Sidang Korupsi Chromebook
-
Penghinaan Pemerintah dan Presiden Masuk Delik Aduan, Tutup Celah Simpatisan Bikin Laporan
-
Jaksa Ungkap Cara Nadiem Hindari Konflik Kepentingan di Pengadaan Chromebook
-
Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...
-
Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama
-
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
-
Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri
-
KAI Daop 1 Layani 1,6 Juta Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026