Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menceritakan detik-detik dirinya dilantik menjadi Menteri ATR/BPN oleh Presiden Jowoki kepada para pengurus dan kader Partai Demokrat.
Cerita itu disampaikan AHY dalam sambutannya di acara silaturahmi ketua umum dengan pengurus DPP di kantor DPP Partai Demokrat.
AHY bercerita pengangkatannya sebagai menteri diawali melalui telepon dari Mensesneg Pratikno pada Senin (19/2). Saat itu, Pratikno menyampaikan agar AHY pada Selasa (20/2) pagi dapat menemui Jokowi di Istana Merdeka.
Melalui pertemuan dengan Jokowi, tidak disangka AHY ternyata diminta menjadi menteri untuk kemudian dilantik keesokan harinya.
"Sesuatu yang mengejutkan pastinya," kata AHY, Jumat (8/3/2024).
AHY berpandangan hal tersebut mengejutkan bagi para kader lantaran pelantikan tersebut terjadi di tengah penghitungan suara pasca Pilpres dan Pileg.
Ia sendiri mengaku tidak menduga akan terjadi dinamika di tingkat pusat sebelum tanggal 20 Maret, di mana KPU dijadwalkan mengumkan hasil resmi penghitungan suara.
Sebelumnya, cerita serupa pernah disampaikan AHY usai dilantik menjadi menteri pada Rabu (21/2).
AHY menceritakan proses dirinya dipilih hingga dilantik menjadi Menteri ATR/BPN oleh Presiden Jokowi secara mendadak. Prosesnya dimulai saat AHY mengangjat telepon dari Mensesneg Pratikno pada Senin (19/2) malam.
Baca Juga: Momen Mentan Amran Jealous Lihat AHY Diserbu Ibu-ibu: Beliau Lebih Ganteng dari Saya
"Jadi Senin malam saya baru mendapat telepon dari Mensesneg Pak Pratik, hanya bertanya apakah ada di Jakarta?" kata AHY usai pelantikan di Istana Negara, Rabu (21/2/2024).
Melalui sambungan telepon, Pratikno menyampaikan bahwa AHY diterima untuk bertemu Jokowi di Istana Merdeka pada besoknya atau Selasa pagi.
"Saya tidak tahu agendanya apa ketika itu, tetapi saya datang tentunya. Dan di situ lah beliau meminta saya untuk bergabung di kabinet. Lalu juga menyampaikan bahwa hari ini akan dilakukan pelantikan," kata AHY.
Menanggapi permintaan Jokowi, AHY bersedia dan mengucapkan terima kasih.
Setelahnya, pada hari yang sama, AHY berkunjung bertemu calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.
"Dan segera menghadap Pak Prabowo Subianto juga. Bagaimanapun beliau adalah pemimpin Koalisi Indonesia Maju ke depan, untuk mendapatkan blessings juga, restu juga, dan setelah itu saya menghadap Pak Hadi karena beliau yang selama ini luar biasa telah menangani berbagai isu/persoalan yang mendesak di bidang ATR dan BPN," kata AHY.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya