Suara.com - Rami al-Halhouli adalah seorang anak laki-laki Palestina berusia 12 tahun. Dia lahir dan besar di Shuafat, sebuah kamp pengungsi di Yerusalem Timur yang diduduki Israel. Kamp itu menampung sekitar 16.000 orang.
melansir laman BBC Indonesia, pada Selasa (12/3/2024) malam, Rami sedang bermain dengan saudara laki-laki dan teman-temannya di depan rumah keluarganya. Ketika itu, mereka mendesak Rami untuk menyalakan kembang api.
Rami lantas menyalakan dan mengarahkan kembang api itu menjauh darinya. Dia mengangkatnya ke arah ke langit, tapi dia dituduh juga mengarahkan kembang api itu ke beberapa polisi perbatasan Israel.
Berdasarkan video kejadian tersebut, bahkan sebelum kembang api menyala, Rami terkena peluru yang ditembakkan oleh polisi perbatasan Israel yang berada agak jauh darinya.
Dalam sebuah pernyataan, Israel membuat klaim bahwa satu tembakan dilepaskan ke arah Rami yang mereka sebut sebagai "pelaku yang membahayakan pasukan karena menembakkan kembang api".
Kepolisian belum melepas jenazah Rami kepada pihak keluarga. Mereka juga tidak menjawab pertanyaan spesifik mengenai penembakan tersebut. Keluarganya berkata kepada BBC pada Rabu (13/3/2024) bahwa peluru tersebut mengenai jantung Rami.
“Tidak ada harapan,” kata kakak laki-lakinya, Mahmoud, berusia 19 tahun, yang bergegas menemui Rami saat dia ditembak.
"Dia sudah meninggal saat itu," katanya penuh kesedihan.
Ibu Rami yang bernama Rawia, 50 tahun, sedang berada di dalam rumah keluarga ketika dia mendengar suara tembakan. Malam itu, ketika dia mendengar seseorang meneriakkan namanya, dia langsung berlari keluar.
Baca Juga: Klarifikasi Soal Palestina Aman, Gus Iqdam Kembali Dikritik Publik
“Saya tidak berpikir terlalu buruk pada awalnya karena tidak ada bentrokan dengan polisi atau demonstrasi apa pun di sekitar rumah, tidak ada suara tembakan atau granat,” katanya.
“Kemudian saya melihat tubuh Rami tergeletak di tanah dan saya pikir dia terjatuh dari permainan yang dimainkan anak-anak.
“Saat mereka membalikkan tubuhnya, saya melihat lubang di dadanya. Pelurunya ada di jantungnya. Lalu saya berteriak," kata Rawia.
Rami adalah satu dari enam warga Palestina yang ditembak mati oleh pasukan keamanan Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat pada 12 Maret lalu. Itu adalah awal yang suram untuk bulan suci Ramadan yang berlangsung dalam suasana yang sudah kelam karena konflik bersenjata di Jalur Gaza.
Pada konferensi pers 13 Maret lalu, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, memuji petugas yang menembak Rami sebagai "pahlawan dan pejuang".
Dia berkata, petugas itu telah melakukan "pekerjaan yang patut dicontoh" dan akan menerima dukungan penuh dari pemerintah.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Soal Palestina Aman, Gus Iqdam Kembali Dikritik Publik
-
Ivan Gunawan Diam-diam Kirim Truk Bantuan ke Palestina: Actionnya Nyata!
-
Disambut dengan Rasa Bahagia, Bantuan Kemanusiaan Ivan Gunawan ke Palestina Telah Tiba di Gaza
-
Jumat Malam, 13 Warga Gaza Meninggal Diberondong Pesawat Tempur Israel
-
Ini Daftar Merk Kurma Asal Israel yang Diharamkan MUI
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU
-
Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik
-
Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati