Suara.com - Di bulan Ramadan, Takjil menjadi salah satu menu penting sebelum berbuka puasa. Biasanya takjil yang dihadirkan adalah yang manis-manis atau jajanan ringan.
Yang lazim di Indonesia seperti Es Cendol dan gorengan banyak diperjual belikan di pasar Ramadan menjelang berbuka puasa.
Namun apa jadinya bila orang Amerika mencoba makanan yang biasa dijadikan takjil khas Indonesia?
Seperti yang dilakukan influencer asal Amerika, Akkaraj dengan akunnya @hungry4munchies. Ia mencoba beberapa menu takjil khas Indonesia seperti Es Cendol, Kroket, Nasi goreng dan Rendang.
Ia membelinya di sebuah restoran khas Indonesia dan mencoba satu per satu menu-menu tersebut di mobilnya. Yang pertama dicobanya adalah nasi goreng ayam seharga Rp 17 dollar atau bila dirupiahkan sekitar Rp 266 ribu.
“Ini rasanya sangat enak dan seimbang ada gurih dan manis. Nasinya pun terasa renyah namun tetap lembut,” ujarnya.
Selanjutnya ia juga mencoba es cendol seharga Rp 93 ribu sebelum makan nasi uduk rendang dengan bawang goreng di atasnya. Lucunya ia sebelumnya menyebut Rendang dengan Rendeng.
Pria berambut gondrong ini pun terkejut dengan rasanya yang enak.
“Gaaahdayumm,” ujarnya sambil menggelengkan kepala karena keenakan.
Baca Juga: Naturalisasi Timnas Indonesia Jadi Sasaran Ejekan, Pemain Vietnam: Mereka Jarang Main di Klub
Yang terakhir ia juga mencoba rendang dengan nasi uduk. Ia akhirnya mengetahui bagaimana rasanya makanan khas Indonesia.
Seperti diketahui beberapa makanan Indonesia memang populer di luar negeri diantaranya nasi goreng dan rendang.
Warganet pun ikut berkomentar di postingan yang diunggah ulang oleh akun @balitoday.
“Gmna kalau jual takjil di mamarica, auto umroh tiap bulan,” ujar @muhad***
“Rendang bang bukan "rendeng?,” ujarn @ria***
“Bro relax and eat your rendang with hand,” ujar @adheetya***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka