Suara.com - Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH), yang sejak Tahun 2018 menjadi pengganti Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH), kini memiliki fitur baru yang berfungsi untuk mengetahui riwayat kesehatan jemaah.
Inovasi baru tersebut diharapkan bisa berguna untuk memantau kondisi kesehatan Jemaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga:
Gak Pakai Lama! Anies-Cak Imin Langsung Gugat Hasil Pemilu 2024 ke MK Hari Ini
BREAKING NEWS! PDIP Pemenang Pemilu 2024, Raup 25 Juta Suara
Resmi! KPU Umumkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024
Fasilitator pada Bimbingan Teknis Petugas PPIH, Hasan mengemukakan bahwa tahun ini, di belakang kartu akan ditambahkan International Pasient Summary (IPS) atau berita riwayat kesehatan jemaah.
"Data dari IPS akan lebih memudahkan memberikan pelayanan dan pelayanan kesehatan jemaah," Katanya, Rabu (20/3/2024).
Ia mengemukakan, kartu tersebut dilengkapi kode batang atau QR code yang bisa digunakan bagi tenaga kesehatan.
Baca Juga: Haji Faisal Benarkan Dapat Jatah Bulanan Puluhan Juta Rupiah dari Fuji dan Fadly
"Jika diakses dalam bentuk elektronik melalui aplikasi haji pintar, maka akan dapat dilihat informasi kesehatan jemaah terkait rekam medis, vaksinasi, dan riwayat pembinaan kesehatan jemaah haji," jelasnya.
Hasan berharap dengan adanya kemudahan tersebut bisa membuat pelayanan kesehatan terhadap jemaah lebih optimal.
"KKJH ini memudahkan bila diperlukan pelayanan kesehatan sewaktu-waktu," ujarnya.
Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Arsad Hidayat mengemukakan pada tahun 2023, jumlah jemaah haji yang wafat lebih dari 820.
"Angka tersebut merupakan angka tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji. Sehingga, menjadi PR bersama supaya mendukung jemaah haji dalam kondisi nyaman, beribadah nyaman, berangkat nyaman dan pulang nyaman," katanya.
Untuk diketahui pada tahun ini Kemenag berkomitmen dalam melayani jemaah haji lansia dengan mengusung tema 'Ramah Lansia.'
Berita Terkait
-
Tidak Lagi di Mina Jadid, Tahun Ini Penempatan Jemaah Haji Dipindah ke Sini
-
Sinopsis Tukang Bubur Pengen Naik Haji Menjemput Berkah Episode Besok
-
Orangtua Klarifikasi Tudingan Tak Restui Fuji dengan Anak Crazy Rich Makassar Gegara Masalah Usia
-
Fuji Lupakan Pendidikan, Suami Vanessa Angel Beri Wejangan Ini sebelum Meninggal
-
Haji Faisal Benarkan Dapat Jatah Bulanan Puluhan Juta Rupiah dari Fuji dan Fadly
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya