Suara.com - Politis Partai NasDem Ahmad Sahroni heran dengan poster demo yang memampangkan foto dirinya dengan tulisan tangkap.
Poster demo ini kemudian diunggah di akun instagram miliknya, Senin (25/3/2024). Dalam
poster itu terlihat tulisan HMI mendukung KPK RI segera menetapkan Sahroni sebagai tersangka karena diduga keterlibatan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Diketahui, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni diperiksa soal dugaan aliran uang dari tersangka Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Partai NasDem.
Dalam narasinya, Sahroni menyampaikan ormas yang diduga mengeluarkan poster demo merupakan ormas yang bagus.
"Ini ormas bagus dan hebat loh, emang kenapa sama saya?" ungkapnya.
Sahroni juga tak habis fikir mengapa ormas tersebut mau diperalat untuk menghajar dirinya.
"Mau mauan amat disuruh orang untuk hajar gue?" tanyanya.
Lebih lanjut Sahroni menduga ormas tersebut diberi sesuatu untuk menghajar dirinya.
"Emang dikasih harapan apa sama yang suruh ??!" tukasnya.
Atas postingannya ini, warganet pun ramai memberikan tanggapan. Ada yang menyinggung kalau Sahroni santai saja.
"Gak salah, ga usah takut ga usah risau..santai saja..belajar dong sama pa Anies, manusia tangguh, yang penting tunjukkan dengan karya nyata..dipanggil KPK? siapa takut? Malah nanti jadi bomerang bagi yang melaporkan," ungkap warganet.
"Pasti ada orang kuat dan super power di belakang ormas tersebut bang," kata warganet.
Berita Terkait
-
Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT