Suara.com - Pernyataan capres 01 Anies Baswedan saat mengawali sidang sengketa hasil Pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi menuai sorotan.
Sorotan itu terutama ditujukan kepada Anies Baswedan mengenai narasi yang disampaikan lebih banyak ketimbang bukti yang ditunjukkan.
Salah satu yang menyorot yakni pegiat media sosial yang juga pendukung Prabowo Gibran, Ferry Koto.
Melalui unggahan di akun Twitternya, Ferry Koto menuliskan sindiran pedas kepada Anies Baswedan, meski tak disebutkan secara gamblang namanya.
Ia menyindir bahwa ketika datang ke pengadilan, bukti adalah alat yang utama, bukan narasi dan cerita ngalor ngidul soal adanya kecurangan.
"Namanya ke pengadilan ya bawa perkara dengan bukti-buktinya, bukan omon2 cerita ngalor ngidul. Duh kalah ya kalah aja. Kok masih minta panggung untuk cerita ngalor ngidul," tulisnya seperti dikutip Rabu (27/3/2024).
Terpisah, hal senada juga diungkap Ketua Tim Pembela Prabowo Gibran, Yusril Ihza Mahendra yang menilai apa yang diungkap Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada sidang sengketa hasil Pemilu 2024 tak berisi bukti, hanya sekadar narasi semata.
"Kami menilai permohonan banyak narasi, asumsi serta hipotesa dibanding menyampaikan bukti dan saya baru dengar dari pak OC Kaligis dia bilang narasi itu bukan bukti," terangnya.
Diingatkan Hakim
Baca Juga: Anies Dianggap Kirim Kode Ingin Jadi Gubernur DKI, PSI: Orang Jakarta Gak Butuh Dia
Satu hal yang turut jadi sorotan dalam jalannya sidang sengketa Pemilu 2024 tersebut yakni dimana Anies Baswedan juga sempat diingatkan bahwa ada batas waktu untuk bicara.
Hal itu diungkapkan Ketua MK Suhartoyo yang menyela penjelasan Anies Baswedan bahwa waktunya berbicara tinggal 2 menit.
"waktunya dua menit lagi," kata Suhartoyo.
Anies Baswedan sendiri ketika hadir di MK mengingatkan bahwa bila gugatannya tak diterima, klaim kecurangan berpotensi akan terus terjadi.
Ia kemudian meminta MK untuk bertindak tegas demi menjaga demokrasi Indonesia yang selama ini telah dibangun.
"Kepada Mahkamah Konstitusi yang berani, independen, dan menegakkan keadilan dengan penuh pertimbangan inilah kami menaruh harapan kami. Kami mendukung Yang Mulia untuk tidak membiarkan demokrasi ini terkikis oleh kepentingan kekuasaan sempit, untuk tidak membiarkan cita-cita reformasi yang telah lama kita perjuangkan bersama menjadi sia-sia, dan untuk tidak membiarkan martabat konstitusi kita dilanggar dan dihina," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook