Sejak kemarin, beberapa masyarakat yang terdampak letusan Gunung Ruang telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, dinas kesehatan, dan potensi SAR lainnya, masih berjaga-jaga untuk mengamankan situasi jika terjadi letusan susulan.
Kepala Kantor SAR Manado, Monce Brury, melalui humas Feri Ariyanto, menyampaikan bahwa penanganan bencana letusan gunung ini harus sigap dan tanggap mengingat kemungkinan adanya letusan yang lebih besar sewaktu-waktu, yang dapat mengakibatkan evakuasi masyarakat ke radius yang lebih aman.
"Saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 497 jiwa yang terdampak ke tempat yang lebih aman. Kami akan menempatkan personel di Tagulandang selama 7 hari ke depan sebanyak 24 personel, dan jika diperlukan, kami akan menambah personel untuk meningkatkan kecepatan penanganan masyarakat yang terdampak, sehingga kenyamanan dan keamanan masyarakat dapat terjamin dengan lebih baik," jelasnya dalam rilis pada Rabu (17/4/2024).
Selain itu, Tim SAR gabungan mengimbau seluruh masyarakat setempat yang masih beraktivitas di sekitar Gunung Ruang dalam radius 5 Km untuk menunda aktivitasnya sampai situasi dinyatakan aman.
"Tim SAR gabungan telah mendirikan posko di pendopo kantor camat induk Tagulandang. Jika ada aduan dari masyarakat yang terdampak yang belum dievakuasi, atau keluarga yang masih berkebun yang belum kembali, mereka dapat melapor di posko agar dapat dievakuasi secepat mungkin," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan