Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merepons konflik bersenjata yang terjadi antara Israel versus Iran.
Gus Yahya mengatakan bahwa PBNU bersama pemerintah sudah meminta agar dilakukan gencatan senjata dalam waktu dekat.
"NU sama dengan pemerintah RI menuntut, mendesak gencatan senjata segera, mendesak dihentikannya kekerasan segera saat ini juga," ujar Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2024).
Gus Yahya berpandangan bahwa Perang Israel dengan Iran dimulai dari konflik antara Israel versus Palestina, khususnya yang terjadi di Gaza. Setelahnya, banyak negara yang malah terlibat dalam konflik tersebut.
"Kita tahu bahwa ini mulainya dari di Gaza antara Israel dengan para pejuang Palestina yang menuntut hak di sana, karena berkepanjangan. Lalu lama-lama ada dari Yaman terlibat, kemudian sekarang dari Iran terlibat dan seterusnya," ucap Gus Yahya.
Gus Yahya menerangkan bahwa konflik dibiarkan maka akan menyebar semakin luas. Ia mewanti-wanti negara lain terlibat di konflik Israel vs Iran.
"Karena ini sudah jadi seperti hukum alam kalau konflik dibiarkan, pasti meluas. Jadi ini bukan Syiah atau Sunni. Ini soal konsekuensi dari konflik yang berkepanjangan itu pasti meluas," ungkap Gus Yahya.
"Habis ini, kalau tidak segera dihentikan, setop begitu saja, ini yang lain pasti akan ikut-ikutan," katanya.
Serangan Iran
Baca Juga: Presiden Putin Apresiasi Serangan Iran ke Israel: Cara Terbaik Menghukum Agresor
Sebagai informasi, serangan balasan Iran terhadap Israel dilancarkan pada Sabtu (13/4/2024) malam waktu setempat. Puluhan drone dan rudal Iran menargetkan sejumlah titik di wilayah Israel.
Berdasarkan laporan Tentara Israel, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan tersebut merupakan ekskalasi perang usai Israel mengebom Kedutaan Iran di Damaskus, Suriah pada 1 April lalu.
Dilansir dari Alarabiya, pejabat militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya telah menembak jatuh beberapa drone Iran. Sebelumnya, pihak Gedung Putih juga mengatakan Iran telah memulai serangan udara terhadap Israel dan kemungkinan akan terjadi dalam beberapa jam.
Adapun Pemerintah Iran sempat mengancam akan menyerang balik Israel sebagai pembalasan atas serangan udara yang mematikan pada 1 April 2024.
"Iran meluncurkan UAV dari wilayahnya menuju wilayah negara Israel," kata Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari.
Meski begitu, Hagari mengemukakan pihaknya bersama sekutu terdekatnya telah mencegat serangan drone dan rudal yang diluncurkan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?