Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, meminta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tidak ditekan-tekan lewat aksi jelang memberikan keputusan soal perkara sengketa Pilpres 2024. Menurutnya, para hakim MK perlu diberikan penghormatan.
Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya awak media soal para pendukung Prabowo-Gibran akan menggelar aksi damai di Gedung MK pada Jumat (19/4).
"Ya kalau kita lihat kan. Kita berikan lah kehormatan pada hakim untuk mengambil keputusan dengan kejernihan nurani," kata Hasto ditemui di Markas F-PDR, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga:
Ia mengatakan, pihaknya percaya hakim MK bisa memberikan keputusan yang terang. Terlebih, kata dia, di tengah kegelapan akibat adanya putusan MK yang membuat Gibran Rakabuming Raka bisa lolos menjadi cawapres.
"Kami percaya pada hakim MK untuk mengatasi berbagai kegelapan akibat keputusan yang sebelumnya dilakukan oleh Anwar Usman melalui putusan no 90 perkara 90," tuturnya.
Hal itu lah, kata dia, yang perlu disorot. Ia kemudian mewanti-wanti agar para hakim MK dalam memberikan keputusan tidak ditekan dengan adanya aksi.
Baca Juga:
Hasto Balas Tudingan Jadi Penghambat Pertemuan Megawati-Jokowi: Bung Noel Nggak Tahu
"Itu yang harus diatasi dan kita percaya kan pada hakim MK agar memiliki sikap kenegarawanan, jangan ditekan-tekan apalagi melibatkan suatu masa aksi," pungkasnya.
Aksi
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, bahwa pihaknya menerima informasi jika relawan pendukung Prabowo-Gibran akan melakukan aksi menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada besok atau lusa.
Dasco pun mengimbau agar aksi itu dilakukan secara damai. Menurutnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran akan mengawal agar aksi tersebut tak ditunggangi.
Baca Juga:
Tag
Berita Terkait
-
Pasang Badan Ajukan Amicus Curiae ke MK, Arief Poyuono: Kemenangan Prabowo Kehendak Leluhur Nusantara
-
Sebut Pelaksanaan Pemilu 2024 Rusak Demokrasi, F-PDR Ikuti Langkah Megawati Ajukan Amicus Curiae
-
Hasto Balas Pernyataan Otto Hasibuan Yang Sebut Amicus Curiae Megawati Tak Tepat, Begini Katanya
-
TKN Prabowo-Gibran Yakin MK Akan Tolak Gugatan Sengketa Pilpres: 01 Dan 03 Tak Punya Bukti Kuat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo