- Menteri Luar Negeri Iran mengakui bantuan krusial dari China dan Rusia pasca serangan AS dan Israel pada Februari 2026.
- Kerja sama ini mencakup dukungan politik, ekonomi melalui pembelian minyak, serta bantuan militer untuk memperkuat posisi Iran.
- Iran menutup akses Selat Hormuz secara diskriminatif terhadap kapal Amerika Serikat dan Israel sebagai respons serangan musuh.
Suara.com - Republik Islam Iran akhirnya mengakui, dua negara sahabatnya yakni China dan Rusia, banyak membantu setelah serangan agresi Amerika Serikat dan Israel pada akhir bulan Februari 2026.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam wawancara mendalam dengan penyiar MS NOW pada hari Sabtu pekan lalu, menegaskan hubungan antara Teheran, Moskow, dan Beijing melampaui sekadar retorika diplomatik.
Dikutip dari Politico, Senin (16/3/2026), Abbas mengatakan ketiga negara ini telah membentuk front persatuan yang solid di tengah konflik yang kian memanas di kawasan tersebut.
Pengakuan Terbuka Kerja Sama Militer
Araghchi tidak ragu untuk membeberkan kedalaman hubungan mereka. Ia menyebut bahwa bantuan yang diterima Iran mencakup berbagai lini krusial yang memungkinkan negara itu tetap bertahan meski dikepung oleh kekuatan Barat.
Pengakuan ini menjadi sinyal kuat bagi Washington, bahwa intervensi lebih lanjut di Iran akan berhadapan dengan kepentingan dua kekuatan nuklir dunia lainnya.
"Kami telah memiliki kerja sama yang erat di masa lalu, yang masih berlanjut, dan itu mencakup kerja sama militer juga," ujar Araghchi.
Ia juga menambahkan bahwa Iran telah menikmati "kerja sama yang baik dengan negara-negara ini: secara politik, ekonomi, bahkan militer," guna memperkuat posisi tawar mereka di panggung global.
Hubungan ini bukan tanpa bukti nyata. Selama satu dekade terakhir, Teheran dan Moskow telah mempererat ikatan sebagai respons atas tekanan ekonomi AS.
Baca Juga: Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang
Salah satu manifestasi paling nyata dari aliansi ini adalah pasokan drone Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia secara masif dalam perang di Ukraina.
Bahkan, Moskow dilaporkan telah mendirikan pabrik drone tersebut di wilayahnya sendiri dengan asistensi teknis dari Iran.
Spekulasi Trump dan Barter Kepentingan
Sementara di lain sisi, Presiden AS Donald Trump memberikan analisisnya mengenai dinamika ini.
Trump meyakini bahwa keterlibatan Rusia dalam mendukung Iran adalah bentuk aksi balasan atas dukungan militer AS kepada Ukraina dalam melawan invasi Rusia.
Menurut Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin membantu Iran "sedikit" sebagai respons atas kebijakan Washington di Eropa Timur.
Berita Terkait
-
Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang
-
Trump Gigit Jari: Negara-negara Lain Ogah Bantu Militer AS, NATO Terancam Bubar
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?
-
Donald Trump Provokasi Negara-negara Arab Rangkulan dengan Israel Serang Iran
-
Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz, Jepang hingga Australia Enggan Kirim Kapal
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim
-
#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan
-
Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?
-
Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas
-
Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat
-
Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia