- Paus Leo XIV mendesak segera penghentian perang Iran menyusul serangan mematikan di sekolah yang menewaskan ratusan warga sipil.
- Seruan keras Paus disampaikan di Vatikan, meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan memilih jalur dialog damai.
- Vatikan juga khawatir dampak konflik di Lebanon terhadap komunitas Kristen rentan di wilayah selatan tersebut.
Suara.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, mendesak penghentian segera perang yang melibatkan Iran setelah serangan mematikan menghantam sekolah dan menewaskan ratusan warga sipil.
Seruan itu disampaikan di Vatikan dalam doa Minggu siang, yang menjadi pernyataan paling keras dari Paus sejak konflik memanas.
Dalam pesannya, Paus meminta semua pihak yang terlibat menghentikan kekerasan dan kembali ke jalur dialog.
Paus menegaskan bahwa perang tidak akan membawa keadilan maupun perdamaian bagi masyarakat yang terdampak.
“Demi umat Kristen di Timur Tengah dan semua orang yang berkehendak baik, saya menyerukan kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini untuk menghentikan tembakan,” kata Paus dilansir dari NY Post.
Paus menambahkan bahwa kekerasan hanya memperpanjang penderitaan dan tidak akan menghasilkan stabilitas.
Paus tidak menyebut secara langsung Amerika Serikat atau Israel, namun menyinggung serangan di awal perang yang menghantam sebuah sekolah di Iran dan menewaskan lebih dari 165 orang, banyak di antaranya anak-anak.
Pada 28 Februari lalu, sekolah Dasar Shajereh Tayyebeh di Minab hancur lebur dihantam rudal Amerika Serikat. Serangan mematikan itu menyebabkan ratusan anak-anak dan guru meninggal dunia.
Pejabat AS sebelumnya menyatakan serangan itu kemungkinan terjadi akibat penggunaan intelijen lama dan kini sedang diselidiki.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?
Selain Iran, Vatikan juga menyuarakan kekhawatiran atas dampak konflik di Lebanon yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan.
Komunitas Kristen di Lebanon selatan disebut berada dalam kondisi rentan akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Selama dua pekan terakhir, Paus cenderung menyampaikan seruan damai tanpa menyebut pihak tertentu, sejalan dengan tradisi netralitas diplomatik Vatikan.
Namun sejumlah pemimpin Katolik mulai bersuara lebih keras terhadap perang yang terus meluas.
Uskup Agung Washington, Kardinal Robert McElroy, menyebut perang tersebut sulit dibenarkan secara moral.
Sementara Kardinal Chicago Blase Cupich mengkritik Gedung Putih karena dianggap meremehkan konflik melalui unggahan media sosial bernuansa permainan video.
Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menegaskan Takhta Suci tetap membuka komunikasi dengan semua pihak.
Ia mengatakan Vatikan terus berbicara dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara lain untuk mencari jalan keluar damai dari konflik yang semakin mematikan.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?
-
Donald Trump Provokasi Negara-negara Arab Rangkulan dengan Israel Serang Iran
-
Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei
-
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa