Suara.com - Sebuah video aksi dorong antara pengendara mobil dan pengemudi motor viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, pertengkaran antar pria tersebut terjadi karena terjadi kecelakaan yang menyulut keduanya naik pitam.
Melansir Twitter @Pai_C1, Rabu (24/4/2024) seorang pengemudi motor tengah berteriak ke pria berkemeja putih yang diduga menabrak saat bermain hanphone.
"Kalau gini siapa yang salah?, kronologi, bapak-bapak bawa mobil, nyopir sambil main handphone sampai menabrak mas yang pakai motor. Mas pakai motor emosi pukul itu spion mobil sampe rusak," tulis caption video yang dibagikan.
Peristiwa yang diketahui terjadi di APILL wilayah Nagrak, Kota Tangerang itu juga menarik perhatian pengendara lain untuk melerai.
Baca Juga:
Sukses Antar Timnas Gasak Yordania, Motor Istimewa Rizky Ridho Seharga 2 Unit Mobil?
Dipamerkan Usai Putusan MK, Harga Satu Cincin Hotman Paris Setara Total Kekayaan Anies Baswedan
Terlihat, pengendara mobil dan pemotor saling dorong dalam situasi panas tersebut. Mereka cekcok dan saling menyalahkan. Padahal pengendara mobil diketahui menggunakan gawai saat berkendara.
Pertengkaran dua pria tersebut pun mendapat respon dari netizen. Banyak yang menyalahkan pengemudi mobil karena dianggap sebagai akar masalah. Namun ada juga yang mengkritik pemotor yang terlalu emosi hingga merusak spion.
"Salah dua-duanya, tapi memang pengendara yang sibuk main hape di jalan benar-benar menyebalkan," kritik salah satu netizen.
"Mobil lah yang salah, malah pemotornya bagus rusakin spion siapa suruh main handphone sambil nyetir," kata lainnya.
Bahkan ada netizen yang menjelaskan secara rinci bahwa keduanya bisa dikenai pasal karena kesalahan masing-masing.
"Bapaknya dilaporin bisa kena pasal pelanggaran lalu lintas (delik pelanggaran). Masnya (pemotor) dilaporin bisa kena pasa pengrusakan (kejahatan)," kata lainnya.
Terlepas dari pertengkaran dua pria pengendara kendaraan tersebut, insiden hingga berubah emosi di jalan raya memang kerap terjadi.
Keegoisan pengendara dan tak adanya rasa menghormati antar pengguna jalan kerap jadi pemicu kecelakaan. Meski memang banyak dari kecelakaan terjadi karena kurangnya safety si pengendara.
Berita Terkait
-
Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK
-
Cetak Sejarah di Moto3, Veda Ega Pratama Dapat 'Saweran' Mobil dari Keluarga Haji Isam
-
6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat
-
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Februari 2026 BYD, Pendatang Baru Mulai Curi Perhatian
-
5 Mobil Listrik 7 Seater yang Tak Galak ke Pemula dan Punya Fitur Melimpah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?