Suara.com - Guru Besar Filsafat STF Driyakara, Franz Magnis Suseno atau yang akrab disapa Romo Magnis menyatakan pentingnya peran oposisi dalam negara demokratis seperti Indonesia. Bahkan, ia menegaskan bahwa peran oposisi sangat luar biasa buat negara.
Pernyataan itu disampaikan Romo Magnis menanggapi adanya sebagian pihak yang menyatakan Indonesia tidak butuh peran oposisi.
"Sekaligus masih ada omongan yang menurut saya butuh (diluruskan), 'bahwa oposisi (dibilang) tidak cocok dengan Indonesia'. Oposisi itu di dalam negara yang betul demokratis mempunyai suatu fungsi luar biasa," kata Romo Magnis dalam sebuah diskusi di Kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (29/4/2024).
Romo Magnis kemudian menyinggung di Indonesia masih menggunakan sistem suara mayoritas untuk mengambil keputusan. Menurutnya, keputusan mayoritas atau demokrasi mayoritas juga bahaya jika mengabaikan oposisi.
"Tentu demokrasi mayoritas Itu juga musuh demokrasi sering dikatakan mayoritas. Bukan semua, demokrasi mayoritas jalan, karena demokrasi (sesungguhnya) memastikan hak asasi manusia," ujarnya.
"Dengan memastikan hak asasi manusia tidak ada bahaya bahwa mayoritas secara hakiki mencampuri apa yang menjadi hak asasi seseorang atau sekelompok orang. Melainkan itu pertanyaan politis di mana setiap orang tahu bisa ada pendapat yang berbeda," sambungnya.
Lebih lanjut, Romo Magnis mengaku tidak tahu apakah Indonesia ke depan akan berkembang seperti apa dalam mengakomodir oposisi atau tidak.
Ia mengatakan, jawabannya hanya bisa ditemukan usai Prabowo-Gibran dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober mendatang.
"Jadi apa kita akan ke situ? Bagaimana demokrasi kita berkembang? Saya betul-betul tidak tahu. Kita sendiri dalam pandangan saya sekarang tinggal menunggu dulu melihat bagaimana perkembangan," katanya.
Baca Juga: Romo Magnis: Reformasi Tidak Berhasil Berantas KKN
"Sulit untuk meramalkan macam-macam, mempersoalkan apa yang terjadi di masa di bulan-bulan terakhir itu juga sudah terlambat kereta api sudah berangkat. Kita akan melihat mulai bulan Oktober Bagaimana perkembangannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi