Suara.com - Kader Partai Demokrat Jansen Sitindaon salah satu calon anggota legislatif (caleg) gagal pada Pemilu 2024 lalu. Padahal Jansen sudah habis-habisan melakukan sosialisasi di daerah pemilihannya (dapil).
Jansen Sitindaon adalah caleg DPR RI dari Dapil 3 Sumatera Utara (Sumut). Pada Pileg 2024, Jansen hanya meraup suara sebesar 11.997.
Baca Juga:
Ogah Ikut Pilkada Dairi, Jansen Sitindaon: Politik Uangnya Lebih Kejam Dibanding Pileg
"Aku masang hampir 12 ribu APK. Kalau di DKI ada Masinton yang di tiap jalan ada, aku membuat itu di dapilku. Dapil 3 Sumut di 10 kabupaten," kata Jansen di Youtube Total Politik.
Jansen mengakui masih menggunakan cara lama dalam kampanye di Pileg 2024 yaitu dengan memasang APK sebanyak-sebanyaknya dan menggelar pertemuan-pertemuan.
Namun cara itu menurut dia, terbukti tidak ampuh dalam meraih suara. Ini terjadi kata Jansen Sitindaon karena politik uang.
"Karena aku berpikir, politik uangnya tidak separah ini. Ini di luar prediksi. Aku masih mendatangi dengan pendekatan klasik. APK-nisasi, plus buat pertemuan, banyak pertemuan. Pidato sampaikan visi misi ternyata faktanya tidak laku. Kemarin memang politik uangnya luar biasa. Ugal-ugalan," ujar dia.
Atas dasar itu, Jansen tidak ragu mengatakan bahwa 90 persen caleg terpilih di Pileg 2024 itu karena politik uang.
Baca Juga: Respons KPU Soal Tudingan Hakim MK Sebut Tak Serius Hadapi Gugatan Pileg 2024
"Makanya aku mengatakan, 90 persen caleg terpilih di Pemilu kemarin itu karena politik uang aku tidak ragu mengatakan itu," ucap dia.
Karena terpilih akibat faktor politik uang, Jansen Sitindaon mengatakan, para wakil rakyat itu nantinya tidak akan memikirkan rakyat.
"Paling minimum sudah jelas tidak memikirkan rakyat lah. Dia juga manusia normal gimana aku kembalikan uangku puluhan miliar yang habis di pileg kemarin," ujar dia.
Menurut Jansen, bagaimana negara mau maju jika para legislatornya lahir dari politik uang.
"Bagaimana jadi negara maju kalau hampir 90 persen anggota DPRD kabupaten, provinsi dan RI lahir dari politik uang. Sedangkan negara ini bisa maju karena kebijakan para pejabat elected, politisinya. Itu makanya sistem Pemilu harus kita ubah," ujar Jansen.
Berita Terkait
-
Respons KPU Soal Tudingan Hakim MK Sebut Tak Serius Hadapi Gugatan Pileg 2024
-
Sebut Ada Pemilih Nyoblos Berkali-kali, PDIP Minta Pencoblosan Ulang Di Bombana Sultra
-
PPP Klaim Ribuan Suara Miliknya Hilang Di Sumut: Suara Partai Garuda Harusnya 201, Tapi Di KPU Jadi 5.621
-
Bukti Golkar di Sengketa Pileg Aceh Bikin Bingung, Hakim MK: Kacau Balau, Kalau Dibaca Hakimnya Mati Nanti
-
Caleg Demokrat Tuding Rekan Sendiri Lakukan Penggelembungan Suara di Pileg Seram Timur II, Hakim MK: Bagi Rata Saja
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini
-
Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?
-
Rangkuman Hal Penting Perdamaian Perang Amerika Serikat dan Iran, Apa Saja yang Harus Dipahami?
-
'Saya Memang Tukang Lapor!' Firdaus Oiwobo Polisikan Tyo Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik Prabowo
-
Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas
-
Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!
-
Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!
-
Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba