Suara.com - Eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membeberkan mimpinya menata kota Jakarta, khususnya upaya dalam mengatasi kemacetan saat masih menjadi kepala daerah. Salah satu caranya adalah dengan membuat superblok.
Superblok ini artinya membuat satu kawasan dengan fasilitas lengkap, seperti perkantoran, perumahan, dan pasar.
Baca Juga:
Perjalanan Karier Politik Ahok, Dimulai dari Partai Kecil Menjelma Menjadi Tokoh Besar
Dengan adanya superblok, maka masyarakat tak perlu bepergian terlalu jauh dalam beraktifitas.
"Dulu saya bermimpi, semua tanah-tanah milik Pemprov DKI dibangun superblok," ujar Ahok melalui akun YouTube pribadinya, dikutip Minggu (5/5/2024).
Kebanyakan warga di Jakarta, kata Ahok, bisa menghabiskan empat sampai lima jam setiap hari untuk berangkat dan pulang kerja atau sekolah. Mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan karena kemacetan.
"Ini membuang energi, membuat hubungan sosial juga tidak baik, anak juga tidak punya waktu bermain dengan orang tua, tapi mereka tentu tidak bisa membeli rumah di Jakarta yang begitu mahal," ucapnya.
Kunci dalam penyediaan superblok ini adalah penyediaan apartemen sewa yang murah. Keluarga bisa menggunakannya untuk sehari-hari agar memangkas jarak dari rumah ke kantor.
Baca Juga: Masih Pakai Selang Oksigen saat Bekerja Antarkan Penumpang, Perjuangan Bapak-bapak Ini Bikin Haru
"Nah, dengan seperti itu, mungkin di akhir pekan dia baru kembali ke rumahnya. dia bisa mencicil uang dari leasing mobil, dari BBM, dari tol, dia bisa pakai itu untuk tabungan," jelasnya.
Baca Juga:
Harta Kekayaan Ahok: Punya 23 Properti, Pantas Santai Mundur dari Komut Pertamina
Kemudian, ia juga sempat berkeinginan membangun parkiran luas dan murah untuk pengguna kendaraan umum. Lewat cara ini, pada jam-jam sibuk pengendara akan beralih ke transportasi massal.
"Yang mau kita lakukan adalah parkir-parkir yang luas, yang murah. bahkan sampai gratis kalau dia membeli tiket bus langganan
"Dulu konsep saya itu membangun di bawah monas yang hampir 70 hektare ukurannya, itu bangun parkir bawah tanah. sehingga kendaraan yang mau ke Sudirman-Thamrin yang begitu macet, itu mereka akan parkir di sana," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dua Kapal Terbakar di Muara Baru Bikin Panik, Warga Berlarian Padamkan Api
-
Kecewa Cara Pemprov Mau Hapus NIK Warga, Begini Jurus Ahok jika Masih Gubernur DKI
-
Pj Gubernur DKI Heru Budi Hapus NIK Warga, Ahok: Bikin Repot!
-
Waspada! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Keempat di Dunia, Ini Kawasan Ibu Kota Paling Tak Sehat
-
Asyik Ada Jakarta EduFest 2024, Banyak Kegiatan Untuk Pelajar Kembangkan Kreativitas Lho!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat