Suara.com - Solidaritas Korban Jerat Kerja Paksa dan Perbudakan menyampaikan ada 5 orang keluarga mereka yang merupakan warga negara Indonesia, masih dipekerjakan dan disiksa di perusahaan penipuan online yang beroperasi di Phalu, Myanmar.
Mereka menuntut Pemerintah Indonesia bisa segera bebaskan keluarganya dari jerat kerja paksa dan perbudakan di Myanmar.
"Sudah dua tahun kami menanti pembebasan dan kepulangan mereka. Kami tidak menunggu dengan hanya duduk manis," kata Nurmaya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (14/5/2024).
Perwakilan keluarga juga dusebut Nurmaya,, sudah mengadukan peristiwa ini kepada pemerintah dari mulai Polisi, Kementerian Luar Negeri, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), hingga pemerintah daerah di tempat kami tinggal, dan Lembaga pengiriman Tenaga Kerja.
Pada Ramadhan kemarin yang lazimnya merupakan momen kumpul keluarga yang membahagiakan kata dia, mereka belum bertemu dengan keluarganya yang diduga masih belum bisa keluar dari Myanmar.
"Keluarga dan sanak saudara kami berangkat ke Myanmar untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Apa boleh buat, kami tidak punya keistimewaan di sini untuk memilih pekerjaan yang baik," katanya.
Nurmaya juga menyayangkan masih adanya mafia tenaga kerja untuk mendapat keuntungan dari hasil keringat dan jerih payah orang lain.
Awalnya kata dia, keluarga mereka dijanjikan kerja dengan upah yang baik di Thailand, negara tujuan untuk berlibur dan berbelanja untuk orang-orang kaya Indonesia.
"Thailand hanyalah pintu masuk untuk mengelabui petugas penjaga perbatasan," kata dia.
Baca Juga: Simpanan Sudah Terjamin LPS, BRI Minta Nasabah Tetap Waspada Penipuan Online
"Tidak ada kecurigaan sama sekali, ketika mereka dari Thailand diseberangkan melalui jalan darat ke Myanmar. Kami hanya orang miskin yang belum pernah pergi ke luar negeri, dan tidak paham tentang seluk-beluk permasalahannya," Nurmaya menambahkan.
Setelah mendapat kabar, perwakilan keluarga mereka ternyata dipekerjakan di perusahaan, di wilayah perbatasan Thailand-Myanmar yang sedang dilanda konflik bersenjata.
"Baru sesudahnya mereka menyadari bahwa mereka telah ditipu. Tidak seperti yang dijanjikan, mereka dipekerjakan untuk melakukan penipuan di dunia maya. Pekerjaan yang jelas bertentangan dengan hati nurani," kata dia.
"Kami memang orang miskin. Tapi kami tidak diajari untuk menipu, apalagi menipu bangsa sendiri," katanya lagi.
Keluarga dan sanak saudara mereka kemudian terperangkap di negara yang sedang dilanda perang. Pulang keluar rumah tidak bisa, dan terpaksa bertahan, bekerja di perusahaan yang seluruh penjaganya memegang senjata api.
Terkait kominikasi, mereka menggunakan telepon selular, melalui nomor yang digunakan perusahaan itu untuk melancarkan operasi penipuannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
-
Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi