Suara.com - Politisi Rieke Diah Pitaloka untuk ketiga kalinya terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Perjalanan politik Rieke Diah Pitaloka cukup panjang. Dimulai ketika ia menjadi aktivis mahasiswa ketika kuliah di Universitas Indonesia (UI).
Baca Juga:
PDIP Kantongi 3 Nama untuk Pilgub Jabar, Rieke Diah Pitaloka Kandidat Terkuat?
"saya 95 jadi aktivis mahasiswa baru S1 di UI. Terlibat gerakan mahasiswa 98," ujar Rieke dikutip dari Youtube Akbar Faizal Uncensored.
Setelah itu Rieke Diah Pitaloka memutuskan berjuang di politik praktis melalui partai politik. Partai pertama yang ia geluti adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) era Gus Dur.
Menurut Rieke, jabatan terakhirnya di PKB adalah Wakil Sekjen di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Setelah itu, Rieke memutuskan pindah ke PDIP. Itu terjadi berkat peran besar dari Gus Dur. Menurut Rieke, Gus Dur pernah memberikan pesan khusus kepadanya. Pesan ini disampaikan Gus Dur ketika Rieke menemaninya cuci darah.
"Kemudian ketika Gus Dur sakit, Gus Dur bilang saya sakit, kamu coba cari cara untuk bertemu ibu Megawati. Jadi ibaratnya saya diminta untuk bersama Ibu Megawati," kata Rieke.
Baca Juga: Legislatornya Usul Politik Uang Dilegalkan di Pemilu, PDIP: Itu Bentuk Kejengkelan
Pemerang Oneng di Bajaj Bajuri ini tidak tahu alasan Gus Dur memberi pesan tersebut. Ia pun mengikuti pesan Gus Dur.
Menurut Rieke, orang PDIP pertama yang membukakan pintu bagi dirinya adalah Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri.
"Dapat jalan yang bukakan pintu waktu itu Pak Taufik Kiemas. Sampai Pak taufik itu membantu saya untuk pencalegan pertama satu dapil sama Pak Taufik di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat," tuturnya.
Berita Terkait
-
Legislatornya Usul Politik Uang Dilegalkan di Pemilu, PDIP: Itu Bentuk Kejengkelan
-
PDIP Ungkap Nama-nama Kandidat Cagub Jakarta di Kantong Megawati, Ada Ahok dan Risma
-
Sebut RUU Kementerian Negara Cuma Bagi-bagi Kue Kekuasaan, Warning PDIP ke Prabowo-Gibran: Jangan Sibuk Bangun Kerajaan!
-
Soal Revisi UU Penyiaran, Cak Imin: kalau Pers Dibatasi, Artinya Kita Mengekang Demokrasi
-
PDIP Pastikan Tak Undang Jokowi saat Gelar Rakernas ke-V di Ancol, Kenapa?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan