Suara.com - Lahir di Jakarta Utara 30 Mei 1996, Marshel Widianto yang saat ini dikenal sebagai salah satu komika papan atas melalui masa kecil hingga remaja dengan cukup berliku.
Marshel yang dirumorkan bakal maju di Pilkada Tangsel mengaku bahwa ia dulu pernah menjadi kurir narkoba. Pengakuan ini disampaikan Marshel pada sejumlah kesempatan, seperti saat podcast bersama Andika Kangen Band beberapa waktu lalu.
Menurut Marshel, barang haram itu diantarkannya untuk Andika yang memang pernah terjerat kasus hukum narkoba.
Baca juga:
"Ini cerita sungguhan. Jadi, dulu gua kurir. Gua tahu gua nganterin untuk siapa,Lu dulu ngambil di Rawamangun, kan? Lu kan sempet satu villa sama temen gua, iya kan?" kata Marshel Widianto seperti dilihat dari tayangan Youtube MS Glow For Men Official.
Pada saat mengantarkan narkoba, Marshel Widianto mengungkap diberi uang tip oleh Andika Kangen Band.
"Dia orang baik. Gua dilebihin sumpah," sambung komika yang besar di Tanjung Priok itu.
Di kesempatan lain, Marshel mengatakan ia sudah jalani pekerjaan melanggar hukum itu sejak usia 6 tahun. Ia mengakui hal itu saa jadi bintang tamu di kanal Youtube Sule.
Baca juga:
Baca Juga: Sederet Kontroversi Marshel Widianto, Komika Dikabarkan Maju Pilkada Tangsel
"Jadi memang modusnya kayak begitu, jadi anak-anak kecil yang di daerah Priok. Masih kecil, jadi dititipin doang, duduk, entar ada yang ambil barangnya," cerita Marshel.
Marshel mengutarakan pekerjaan melanggar hukum itu dilakukan bukan karena desakan ekonomi namun kondisi lingkungannya yang sangat bebas. Ia pun baru mengetahui barang yang dititipkannya itu narkoba saat beranjak SMP.
Tak hanya jadi kurir narkoba, Marshel juga pernah mengakui demi menyambung hidup saat remaja diriniya jadi tukang ojek yang khusus mengantar PSK.
Cerita itu dikatakan Marshel saat jadi bintang tamu di kanal Youtube Boy William.
"Gue dulu Anjelo bang (antar jemput lo*t*)," kata Marshel Widianto.
"Sumpah. Gue tukang ojek dulu. Gue menjemput mereka sebelum mereka memulai pekerjaannya," tambahnya.
Berita Terkait
-
Sederet Kontroversi Marshel Widianto, Komika Dikabarkan Maju Pilkada Tangsel
-
Riwayat Pendidikan Marshel Widianto Bikin Penasaran, Yakin Maju PIlkada Tangsel?
-
Marshel Widianto Mau Jadi Wali Kota Tangerang Selatan, Auto Kena Sindir Salah Ambil Jalan
-
Dua Jagoan PKS Diminta Cari Mitra Koalisi dan Pasangan untuk Pilkada Cilegon 2024
-
Profil dan Latar Pendidikan Marshel Widianto, Dikabarkan Bakal Maju Pilkada Tangsel
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu