Suara.com - Menteri Pertahanan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/6/2024). Ada apa?
Kepada wartawan Prabowo mengaku ingin melaporkan sejumlah hal kepada Presiden Jokowi.
"Mau laporan ke presiden," kata Prabowo.
Meski demikian Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menjelaskan secara detail apa saja poin yang akan dibahas dengan Jokowi.
Prabowo hanya mengatakan salah satu yang di bahas adalah hasil diplomasi Indonesia di IISS Shangri-La Dialogue Ke-21 yang digelar di Singapura.
"Mau laporkan perkembangan pertemuan pertemuan saya di luar negeri," jelasnya.
Diketahui, Shangri-La Dialogue Ke-21 merupakan forum diskusi isu-isu strategis, geopolitik, pertahanan dan keamanan yang mempertemukan pemimpin negara, pejabat pemerintahan, analis dan ahli dari lembaga think-tank, praktisi serta akademisi.
Forum itu digelar rutin tiap tahun di Singapura sejak 2002 oleh Institute for Strategic Studies (IISS). Rangkaian acara Shangri-La Dialogue Ke-21 berlangsung pada 31 Mei 2024 sampai dengan 2 Juni 2024.
Dalam forum tersebut, Presiden RI terpilih 2024-2029 itu menyatakan komitmen Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza untuk menjaga dan memantau gencatan senjata antara Palestina dengan Israel.
"Kami (Indonesia) siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua pihak," kata Prabowo saat menghadiri pertemuan IISS Shangri-La Dialogue Ke-21 di Singapura, Sabtu (1/6).
Dalam lawatannya ke Singapura, Prabowo juga sempat bertemu dengan Presiden Ukraina H.E. Volodymyr Zelenskyy membahas pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional di sela-sela akhir pertemuan bilateral-nya di Singapura.
Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd J Austin III di sela-sela kegiatan forum IISS Shangri-La Dialoge 2024 untuk membahas modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista).
Prabowo saat itu menyampaikan apresiasi-nya terhadap dukungan AS dalam kerja sama untuk memodernisasi peralatan pertahanan Indonesia untuk memenuhi kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Antara)
Berita Terkait
-
Ini Alasan Masuk Akal Buruh Tolak Tapera, Said Iqbal Desak Jokowi Segera Cabut PP 21 Tahun 2024 dalam 7 Hari
-
Potret Lawas Keponakan Jokowi Bagaskara Ikhlasulla: Pesta Topeng dan Pose Gilga Scream
-
Keponakan Jokowi Dikabarkan Jadi Manager di Pertamina, Tuai Pro Kontra: Asian Value, Ini Human Rights
-
LIVE STREAMING: Suasana Ribuan Buruh Demo Tolak Tapera di Istana Negara
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?