Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, mengaku mendorong Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan untuk menjadi pimpinan lembaga antirasuah periode berikutnya.
Terlebih, Pahala kerap mendapatkan pujian atas kinerjanya di KPK dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
"Pokoknya semua deputi di KPK silakan maju, kalau yang bersangkutan mau," kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2024).
"Kalau saya sih dorongnya sudah sampai mentok itu kan, tapi kan kembali lagi kan yang bersangkutan," tambah dia.
Sebelumnya, Alex mengaku telah menyampaikan kriteria sosok yang dibutuhkan untuk memimpin lembaga antirasuah kepada panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK.
"Hadir di KPK tadi kami sudah temui, berdiskusi pada intinya pansel ingin pandangan dari pimpinan KPK terkait bagaimana atau sosok seperti apa yang dibutuhkan oleh KPK untuk menjadi pimpinan ke depan," kata Alex saat konferensi pers.
Bukan hanya kriteria pimpinan KPK, Alex menyebutkan pihaknya juga menyampaikan bagaimana harapan pimpinan saat ini terhadap pemimpin KPK untuk lima tahun mendatang.
"Itu semua sudah kami sampaikan ke pansel dan sudah menjadi catatan dan akan diperhatikan pansel dalam memilih pimpinan KPK seperti apa sosoknya sudah dicatat semuanya," ujarnya.
Pada saat yang sama, Ketua Pansel Capim dan Dewan Pengawas KPK Yusuf Ateh menjelaskan pihaknya tidak hanya menerima masukan soal kriteria pimpinan KPK, tetapi juga informasi seputar kelembagaan dan kendala yang dihadapi pimpinan periode saat ini.
Baca Juga: Soal Perberasan, Bulog Siap Investasi di Negara Kamboja
“Kami minta bantuan nanti untuk memberikan clereance pada calon-calon pimpinan KPK yang nanti akan mendaftar dalam seleksi ini,” ucap Ateh.
Dia juga mengaku akan menerima informasi dari internal KPK terkait jika ada pimpinan yang saat ini menjabat dan ingin mengikuti seleksi.
“Tadi juga kami minta informasi tentang itu dari pimpinan, nanti pimpinan akan memberikan informasi yang dari internal yang mungkin mendaftarkan,” tandas Ateh.
Berita Terkait
-
Wakil Ketua KPK Sebut Sekjen PDIP Minta Diperiksa Lagi Bulan Depan Terkait Kasus Harun Masiku
-
Tim Hukum Hasto Persoalkan Surat Penyitaan, Wakil Ketua KPK Beri Penjelasan Begini
-
Soal Perberasan, Bulog Siap Investasi di Negara Kamboja
-
Koar-koar Bakal Ditangkap Pekan Ini, Pimpinan KPK Auto Plin-plan Ditanya Buronan Harun Masiku: Saya Gak Tahu
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi