Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memuji kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo lantaran dianggap telah bekerja keras menyiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI (PON) 2024 yang akan dihelat di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
"Apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang telah berjuang keras agar dapat terwujudnya, terealisasi-nya PON di Aceh maupun di Sumut," katanya dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Selain itu, politisi Partai Gerindra itu meminta semua pihak untuk ikut andil dalam menyukseskan gelaran acara besar olah raga empat tahun sekali yang rutin digelar di seluruh provinsi
"Saya mengimbau kepada komponen bangsa terutama di daerah Sumut dan di daerah Aceh untuk turun tangan menyukseskan terselenggara-nya PON ini," kata Dasco
Dia menekankan kesuksesan penyelenggaraan PON menjadi hal penting guna mengharumkan nama Indonesia ke kancah dunia. Selain itu, penyelenggaraan PON yang baik bahkan dapat menjadi bukti jika Indonesia cinta terhadap olahraga.
"Untuk lebih mengharumkan nama bangsa kita, untuk lebih kemudian memperkenalkan bahwa bangsa kita juga cinta kepada olahraga," ujarnya.
Menurut dia, penyelenggaraan PON juga menjadi salah satu kebanggaan nasional bangsa Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Kamis (13/6) kemarin memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju guna membahas kesiapan penyelenggaraan PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara.
Jokowi menyampaikan kepada Menpora Dito Ariotedjo agar penyelenggaraan PON XXI maupun Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 harus dilaksanakan tepat waktu dan tidak akan diundur.
Baca Juga: Minta Anggaran Tahun Depan Rp3 Triliun, MA Curhat ke DPR soal Listrik, AC hingga Renovasi Gedung
Pernyataan tersebut sekaligus memberi penegasan pada masyarakat dan para atlet seluruh Indonesia bahwa PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara tetap dilaksanakan sesuai jadwal yakni pada 8-20 September 2024, sedangkan Peparnas di Surakarta, Jawa Tengah, dilaksanakan pada 6-13 Oktober 2024. (Antara)
Berita Terkait
-
Minta Anggaran Tahun Depan Rp3 Triliun, MA Curhat ke DPR soal Listrik, AC hingga Renovasi Gedung
-
Ngaku Susah Laporkan Kasus Hakim Main Cewek, Legislator PDIP ke MA: Saya Gak Mengada-ngada!
-
Murka Merasa Disepelekan, Habiburokhman Semprot Sekjen MK di DPR: Jangan Dianggap Rapat Cuma Formalitas Pak!
-
Dalih Kawal Proyek IKN, Komnas HAM Minta Tambah Anggaran Rp5 Miliar ke DPR
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?