Suara.com - Taman Margasatwa Ragunan yang tetap beroperasi di Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada Senin (16/6/2024) tampaknya menjadi kabar gembira buat masyarakat, khususnya di Jakarta. Pasalnya, masyarakat bisa menghabiskan waktu liburan bareng keluarga di tempat wisata Jakarta Selatan itu.
"Kami tetap membuka pelayanan pada Idul Adha tepatnya 17 dan 18 Juni 2024," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang dikutip dari Antara, Minggu (16/6/2024).
Bambang menuturkan pada esok hari jam operasional akan berlaku mulai dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Hari libur satwa yang biasanya Senin mundur menjadi hari Rabu, sehingga Taman Margasatwa Ragunan akan tutup pada 19 Juni 2024.
"Rabu atau 19 Juni 2024 tutup atau libur satwa," ujarnya.
Lebih lanjut, dia memprediksi puncak kepadatan pengunjung diperkirakan terjadi pada Selasa (18/6). Dia menargetkan sebanyak 60 ribu akan datang.
Dalam antisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya menyediakan lahan parkir hingga merawat dam memastikan pohon sekitar agar tidak tumbang dan melukai pengunjung.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar para pengunjung membawa mantel hujan atau payung mengingat cuaca yang tidak menentu, terkadang hujan deras.
"Kepada pengunjung kami imbau membawa payung atau mantel untuk antisipasi hujan deras yang sewaktu-waktu bisa terjadi," ujarnya.
Baca Juga: Dijaga Ketat Polisi, Warga Nekat Takbiran Keliling Masuk Sudirman-Thamrin Siap-siap Terima Risikonya
Pada Minggu hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 16.466 pengunjung mendatangi Taman Margasatwa Ragunan.
Dia menambahkan, jumlah pengunjung sebanyak itu membawa 2.002 kendaraan roda dua, 3 bus, 75 sepeda, 1.340 kendaraan roda empat, termasuk 2.338 orang pengunjung ke pusat Primata Schmutzer.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kelayakan bus pariwisata di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan.
Ditemukan beberapa bus pariwisata yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat, seperti uji kendaraan bermotor atau KIR dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) namun tetap beroperasi mengangkut penumpang.
Empat dari enam bus tidak melengkapi KIR, bahkan ada yang STNK-nya sudah habis. Nantinya, bus-bus tersebut tidak akan dibiarkan beroperasi atau ditahan.
Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan memiliki luas 147 hektare serta dihuni lebih dari 2.009 ekor satwa serta ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon. (Antara)
Berita Terkait
-
Dijaga Ketat Polisi, Warga Nekat Takbiran Keliling Masuk Sudirman-Thamrin Siap-siap Terima Risikonya
-
Idul Adha 2024: Jokowi Lebaran Bareng Keluarga di Semarang, Maruf Amin dan JK Salat Ied di Masjid Istiqlal
-
Bikin Ngakak! Heboh Sapi Kurban Kejar Emak-emak Lagi Ngerumpi di Gang: Yang Ditunggu-tunggu Tiap Idul Adha
-
Tak Ditilang! Kendaraan Pelat Ganjil-Genap Bebas Masuk Jakarta Selama Libur Idul Adha
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado