Suara.com - Imbas komplotan jambret bermotor yang berkeliaran, kawasan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman - Thamrin, Jakarta mendadak diperketat. Hal itu guna mencegah pelaku jambret kembali beraksi di acara Jakarta Marathon pada 23 Juni 2024 mendatang.
Pengetatan keamanan di kawasan CFD yang akan digunakan untuk acara Jakarta Marathon diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Menurutnya, sebanyak ribuan personel gabungan akan dikerahkan untuk mengawal acara Jakarta Marathon.
"Kemarin saya sudah rapatkan soal trantib (ketentraman dan ketertiban). Kami akan mengerahkan kurang lebih 2.400 personel di antaranya dari Dinas Perhubungan yang mengerahkan 1.500," ujar Heru dikutip dari Antara, Kamis (20/6/2024).
Heru mengatakan pengetatan keamanan itu bertujuan melindungi masyarakat dan peserta Jakarta Marathon pada Minggu (23/6) dari pelaku tidak kejahatan.
Ia menjelaskan setelah adanya kejadian jambret di kawasan CFD pihaknya berkoordinasi dengan petugas keamanan khusus Satpol PP dan Dishub DKI untuk lebih memperketat pengamanan.
"Satpol PP sudah berkoordinasi sama Dishub (untuk meningkatkan pengamanan)," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Harlem Simanjuntak mengatakan setelah kejadian tersebut, pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan di lapangan.
"Kami akan lebih tingkatkan pengawasan di lapangan bekerja sama dengan tim kerja HBKB," katanya.
Jambret di CFD Diburu Polisi
Sebelumnya, dua pelaku jambret bermotor yang beraksi di kawasan CFD pada Minggu (16/6) lalu kini sedang diburu polisi. Hal itu setelah tampang kedua pelaku viral di media sosial.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Aditya S.P. Sembiring mengklaim anak buahnya sedang mengantongi identitas pelaku.
"Untuk pelaku sudah kita dalami. Kita sudah mengantongi identitas terduga pelaku setelah mengidentifikasi terhadap wajah yang viral di media sosial dan juga plat kendaraan yang digunakan pelaku, dan masih dalam pengejaran," kata Aditya Selasa (18/6).
Aditya mengatakan Kepolisian akan terus mengusut tuntas kasus penjambretan di CFD hingga pelakunya tertangkap.
Polisi juga meminta pelaku jambret untuk menyerahkan diri mengingat wajahnya sudah terekam kamera fotografer yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Pembangunan Rumah Mewah di Menteng Setop Gegara Disegel, Heru Budi Sebut Proyek Bisa Dilanjutkan, Asal...
-
Murka Rusun Marunda Dijarah, Heru Budi Ngotot Seret Pelaku ke Penjara: Harus Ditindak, Sudah Langgar Hukum!
-
Jamin Tak Hapus KTP TNI-Polri Meski Lama Dinas di Luar Jakarta, Heru Budi Ungkit Kasus Pinjol Catut Alamat Warga
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi