Suara.com - Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, atau lebih dikenal Luhut Binsar Panjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019–2024, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Luhut Binsar Panjaitan lahir di Simargala, Sumatera Utara pada 28 September 1947. Luhut merupakan anak sulung dari lima bersaudara, putra pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki empat anak: Paulina, David, Paulus, dan Kerri Pandjaitan.
Pendidikan Formal
Pendidikan awal Luhut dimulai di SD Yayasan Cendana, SMP Yayasan Cendana, dan kemudian SMAN 1 Pekanbaru. Ia juga pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bandung mewakili cabang renang. Karena perilaku nakalnya, ia dipindahkan ke SMAK 1 PENABUR Bandung, di mana ia menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI).
Pendidikan Militer
Luhut melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 1970, menerima penghargaan Adhi Makayasa. Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassandha TNI AD, di mana ia dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Jabatan penting lainnya yang pernah diembannya termasuk Komandan Grup 3 Kopassandha, Komandan Pussenif, dan Komandan Kodiklat TNI AD.
Pengalaman luasnya di unit-unit pasukan khusus dunia memberikan Luhut bekal untuk mendirikan dan memimpin Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor), yang menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.
Karier Politik
Baca Juga: Bambang Soesatyo
Luhut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia namun sebelum mengembang tugas di kementerian ini, ia juga menjabat posisi yang sama pada Kabinet Kerja sejak Juli 2016.
Luhut pernah menjadi Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia dari 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mulai 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016.
Pada 15 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut sebagai pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menggantikan Arcandra Tahar. Luhut juga memiliki pengalaman sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000–2001, serta Duta Besar Indonesia untuk Singapura sebelum menjabat sebagai menteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026