Suara.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani menegaskan tidak ada saksi yang melihat Afif Maulana melompat atau terjatuh dari Jembatan Kuranji yang menyebabkannya meninggal dunia sebagaimana yang diklaim Polda Sumatera Barat (Sumbar).
Apalagi, Indira sempat bertanya kepada teman Afif, Aditia, yang saat itu memboncengi korban dengan sepeda motor melintasi Jembatan Kuranji. Dia bertanya pada forum ekspos kasus ketika Aditia sudah diamankan polisi.
"A, coba ingat-ingat lagi, kamu lihat tidak Afif melompat? Jawabannya, tidak. Tidak ada sampai sekarang saksi apapun yang melihat,” kata Indira di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2024).
Lebih lanjut, Indira mengungkapkan hingga saat ini pihaknya tidak bisa berkontak dengan Aditia untuk meminta keterangan lebih lanjut. Dia juga menduga ada upaya mengondisikan keterangan Aditia.
"Ini posisinya sekarang kan tidak diketahui, kami tidak bisa mengakses dan makanya kami minta kepada LPSK amankan semua saksi-saksi dalam masalah ini 18 orang yang diproses semua harus diamankan," ujarnya.
Sebab, Indira menilai, 18 saksi tidak mendapat perlindungan untuk bebas menyampaikan kesaksiannya, peristiwa sesungguhnya yang menyebabkan kematian Afif tidak akan ditemukan.
"Nah ini yang menjadi kemudian harapan kami ya sebagai kuasa hukum dan keluarga korban, berikan perlindungan segera untuk 18 orang saksi ini. Berikan pemuatan psikologis terlebih dahulu kepada anak-anak yang menjadi korban kekerasan itu, korban penyiksaan itu, baru kemudian dia bisa memberikan keterangannya dengan damai, tanpa intimidasi, dengan tenang, sebagaimana apa yang dia lihat, apa yang dia dengar, dan apa yang dia alami," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono ikut angkat bicara mengenai kasus tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil autopsi, Afif meninggal dunia karena paru-parunya tertusuk tulang iganya yang patah.
Adapun hal itu disebabkan benturan keras, tepatnya karena Afif terjatuh setelah melompat dari atas jembatan Kuranji pada 8 Juni 2024, sekitar pukul 21.30 WIB.
Baca Juga: 16 Saksi Belum Diperiksa, LBH Padang Tuding Polda Sumbar Tutup Kasus Afif Maulana Secara Sepihak
Menurut Suharyono, saat kejadian, Afif diduga hendak ikut tawuran. Namun ia dan teman-temannya dibubarkan oleh Tim Sabhara Polda Sumbar.
Klaim Lompat dari Jembatan
Kondisi itu diduga membuat Afif panik hingga ia melompat dari atas Jembatan Kuranji. Kapolda Sumbar juga mengakui kalau ada anggotanya yang menendang Afif sebelum melompat.
Suharyono melanjutkan, dugaan penyebab kematian Afif karena jatuh dari Jembatan Kuranji dikuatkan oleh salah satu rekan Afif, yakni Aditia.
Ia menjelaskan, saat kejadian, Afif sempat mengajak Aditia melompat. Namun ia menolak dan menyarankan agar menyerahkan diri ke polisi.
“Upaya mengajak sudah jelas, upaya ingin melompat sudah jelas, upaya ditolak ajakan itu sudah jelas. Tetapi kita hanya satu tidak ada saksi yang melihat, kapan dia melompat," kata Suharyono pada awak media di Mapolda Sumbar, Minggu (30/6/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi