Suara.com - Sosok pedangdut senior Rhoma Irama baru-baru ini mencuri perhatian setelah meragukan soal garis keturunan Habib Bahar bin Smith.
Meski begitu, siapa kira, baik Habib Bahar bin Smith maupun Rhoma Irama memiliki garis keturunan yang mentereng hingga keduanya ternyata punya nasab hingga ke Nabi Muhammad SAW.
Rhoma Irama, yang kerap dijuluki sebagai si raja dangdut saat di panggung, ternyata dalam realitasnya, memang memiliki silsilah kaum elite yang berlatar bangsawan.
Bila ditarik dari nasab sang ibu yakni Tuti Juariah, diketahui ibu dari Rhoma Irama itu disebut masih memiliki keturunan dengan Pangeran Sogiri.
Dalam silsilah Kesultanan Banten, Pangeran Sogiri atau yang dikenal dengan Pangeran Sageri merupakan putra dari Sultan Ageng Tirtayasa atau Sultan Abul Fath Abdul Fatah.
Dikutip dari gramedia.com, Sultan Ageng Tirtayasa merupakan Sultan Banten keenam yang naik tahta pada usia 20 tahun. Ia menggantikan kakeknya Sultan Abdul Mafakhir yang wafat pada 10 Maret 1651.
Bila dirunut lagi lebih jauh, ibunda dari Rhoma Irama masih memiliki keterikatan dengan Pangeran Jayakarta. Hal ini lantaran kakek buyutnya yakni Sultan Ageng Tirtayasa, ibundanya yang bernama Ratu Marta Kusuma merupakan putri dari Pangeran Jayakarta I.
Sementara itu bila ditarik dari garis silsilah ayahnya seperti dikutip dari ahmad.web.id, Rhoma Irama merupakan putra dari Raden Burdah Anggawirya, sosok pahlawan asal Tasikmalaya.
Ayahnya dikenal dengan sebutan Kapten Burdah yang di masa perang kemerdekaan menjabat sebagai komandan gerilyawan Garuda Putih Tasikmalaya.
Baca Juga: Tak Hanya Habib Bahar bin Smith, 4 Figur Ini Juga Pernah Berseteru dengan Rhoma Irama
Sesuai namanya yang disematkan Raden di depannya, ayah Rhoma Irama merupakan keturunan bangsawan yang dikenal dengan nama Sukapura.
Bila menilik sejarah, Sukapura erat kaitannya dengan sosok Raden Wangsadikusuma.
Raden Wangsadikusuma diketahui merupakan putera kelima dari Raden Wirawangsa yang hidup sekira tahun 1700-1800 masehi.
Kerajaan Sukapura sendiri terbentuk di awal abad ke-17. Kerajaan ini nama sebelumnya adalah kerajaan Sukakerta, kerajaan kecil yang sempat dikuasai kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung.
Lebih jauh, bila menilik silsilah buyut Rhoma Irama yang berasal dari keturunan kerajaan Sukapura, kaum bangsawan Sukapura ini diyakini berasal dari dua keturunan yakni Tumenggung Wiradadaha atau Wirawangsa dan Raden Suryadiwangsa atau Suryadiningrat I.
Bila dirunut dari trah Wirawangsa, Rhoma Irama masih memiliki nasab dengan Pangeran Benawa, Jaka Tingkir hingga Ki Ageng Pengging.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah