Suara.com - Peristiwa viral kecubung maut yang menyebabkan dua orang meninggal dunia menggegerkan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kejadian ini sedang viral di sosial media X. Dimana pengguna akun @Heraloebss mengunggah video yang menunjukkan banyak orang dalam kondisi tidak sadar diri dengan sepenuhnya karena mabuk hingga muntah-muntah.
Diketahui mereka mengonsumsi kecubung yang dioplos dengan obat-obatan lain dan alcohol. Lalu seperti apa sesungguhnya bahaya kecubung dan mengapa mematikan?
Kecubung atau dalam bahasa Inggris disebut juga Jimson Weed (Datura Stramonium) adalah tanaman beracun. Daun dan bijinya terkadang digunakan untuk membuat obat dan menyebabkan halusinasi.
Kecubung bahkan dapat menyebabkan amnesia, kebingungan, psikosis, dan halusinasi, mengubah suasana hati, dan ekspresi emosional.
Bahaya Mengonsumsi buah Kecubung.
Sebenarnya seluruh bagian tumbuhan kecubung punya dampak terhadap kesehatan. Jangankan dimakan, bersentuhan dengan kulit saja bisa menimbulkan reaksi alergi.
Lalu bahaya lain yang mungkin timbul bila mengonsumsinya antara lain :
1. Kerusakan saraf Hingga Efek Halusinasi
Baca Juga: Viral Prank Ultah Berujung Maut, Budaya Tak Berguna yang Harus Dihentikan?
Bahaya makan kecubung salah satunya efek halusinasi, delirium (kebingungan parah, susah fokus), dan gangguan keseimbangan.
2. Alergi
Mengonsumsi kecubung juga bisa memicu pelebaran pupil (midriasis), kulit kering dan panas, mulut kering, kesulitan berkemih, detak jantung meningkat, suhu tubuh naik, dan gangguan penglihatan.
3. Keracunan
Meski hanya sedikit, seseorang yang mengonsumsi buah ini bisa keracunan. Bahkan sangat rentan apabila terjadi pada anak-anak.
4. Gangguan pernapasan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok