"Lihat dasi yang kumiliki ini, dasi berpola shamrock ini? Dasi itu diberikan kepadaku oleh salah satu dari orang-orang ini, yang merupakan pemain rugby hebat yang mengalahkan Black and Tans." kata Biden.
Menyadari kekeliruannya, Biden kemudian mengoreksi pernyataannya sendiri selama pidato tersebut dan Gedung Putih mengatakan bahwa "sangat jelas" bagi para penggemar rugbi Irlandia bahwa presiden tersebut merujuk pada tim rugbi Selandia Baru.
Pada tahun 2015, saat menjabat sebagai wakil presiden, Biden membuat lelucon yang canggung saat Perdana Menteri Irlandia saat itu, Enda Kenny, mengunjungi rumahnya di Washington pada Hari St. Patrick.
"Siapa pun yang memakai pakaian oranye, tidak dipersilakan masuk... hanya bercanda," katanya sambil mengenakan dasi hijau sambil tersenyum untuk difoto.
Padahal, warna orange dan hijau memiliki makna tersendiri di Irlandia. Oranye adalah warna yang dikaitkan dengan mayoritas Protestan di Irlandia Utara, sementara hijau digunakan sebagai simbol oleh sebagian besar nasionalis Irlandia yang beragama Katolik.
4. Nancy Pelosi
Biden juga membuat kekeliruan ketika ia memuji juru bicara DPR dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, yang katanya "membantu menyelamatkan ekonomi pada masa Depresi Besar".
Saat itu, Biden bermaksud mengatakan resesi besar tahun 2008, bukan krisis ekonomi di awal abad ke-20.
5. Deklarasi Kemerdekaan
Baca Juga: Joe Biden Blunder Dua Kali: Sebut Presiden Ukraina 'Putin', Wakil Presiden AS 'Trump'
Pada tahun 2020, Joe Biden tampaknya menyerah pada kutipan dari Deklarasi Kemerdekaan.
"Kami menganggap kebenaran ini sebagai sesuatu yang terbukti dengan sendirinya, bahwa semua pria dan wanita diciptakan oleh si, eh, Anda tahu, Anda tahu hal itu!," katanya dalam sebuah pidato.
Padahal, sebagian dari kutipan itu berbunyi sebagai berikut: Kami menganggap kebenaran ini sebagai sesuatu yang terbukti dengan sendirinya, bahwa semua manusia diciptakan sama, bahwa mereka dianugerahi oleh Sang Pencipta dengan Hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut, di antaranya adalah Hidup, Kebebasan, dan pengejaran Kebahagiaan.
Berita Terkait
-
Joe Biden Blunder Dua Kali: Sebut Presiden Ukraina 'Putin', Wakil Presiden AS 'Trump'
-
Blunder Joe Biden: Salah Sebut Presiden Ukraina sebagai Putin, Publik Heboh
-
Joe Biden Rela Hapus Utang RI Rp 567,3 Miliar Buat Perlindungan Alam
-
CEK FAKTA: Joe Biden Alami Kondisi Kesehatan Darurat saat Naik Pesawat Air Force One, Benarkah?
-
Duduk di Samping Putin, Perdana Menteri India Bicara Anak Tak Bersalah Dibunuh
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran