Suara.com - Momen menyentuh dan menggugah rasa kemanusiaan datang ketika seorang remaja putri meninggal secara tragis di wilayah Puglia, Italia. Dalam suasana duka, muncul orang asing yang merasa terdorong untuk membantu keluarga yang dilanda kesedihan tersebut.
Orang itu membayar sebagian besar biaya pemakaman wanita tersebut. Dia mengatakan kepada media Italia bahwa dia tidak mengharapkan imbalan apa pun, namun hanya mendengarkan suara di dalam hatinya.
Di kota Fasano, Italia tenggara, Ciela Ditano yang berusia 25 tahun terbunuh ketika pintu lift terbuka di lantai empat kondominiumnya tanpa ada lift untuk naik. Dia terjatuh empat lantai hingga tewas.
Di hari-hari berikutnya, ayah dan ibu yang hancur, Giuseppe dan Giusy, menerima isyarat tak terduga dari orang tak dikenal.
Steven Paparnesi, berasal dari Milan, telah pindah ke provinsi Brindisi di mana dia bekerja sebagai staf pemeliharaan di panti jompo dan bercita-cita menjadi seniman tato dan jalanan. Dia belum pernah bertemu Ditano, namun kematiannya “menghidupkan kembali tragedi” saudara perempuannya, Kimberly, yang juga meninggal secara tragis pada usia 19 tahun.
Meski terjadi 4 tahun lalu, rasa sakit dan ketidakstabilan akibat peristiwa itu masih membekas di benak Steven muda, dan berita kematian Ditano membuat semuanya kembali terulang kembali.
“Saya mendengar dan melihat orang tuanya tenggelam dalam kesakitan, dan saya langsung merasa harus membantu mereka,” kata Parpanesi kepada Corriere del Mezzogiorno. “Situasi mereka sangat menyentuh saya, dan dengan cara ini, saya memutuskan untuk melakukan tindakan ini setidaknya untuk meringankan sebagian beban ekonomi keluarga Ciela, dengan harapan hal ini akan menjadi sedikit kenyamanan dalam situasi seperti ini.”
Paparnesi, menurut wartawan, telah memberikan €2.500, atau sekitar $2.800 untuk layanan pemakaman yang disewa oleh keluarga tersebut.
“Kami, kaum muda, menghabiskan banyak uang dengan sia-sia, tapi saya bisa memberikan sedikit kepada seseorang yang membutuhkannya sekarang dan hal itu tidak akan mengubah hidup saya menjadi lebih buruk,” kata Parpanesi.
Baca Juga: Ketegangan China-AS Meningkat? Sanksi Baru Diterapkan Atas Penjualan Senjata ke Taiwan
“Aku melakukan apa yang diperintahkan hatiku,” ujar pria tersebut.
Berita Terkait
-
Buru Pria yang Kuliti Kucing di Malaysia, Pecinta Hewan Siapkan Uang Sebagai Imbalan
-
Viral Pria Rayakan Perceraian dengan Meriah, Publik Protes Singgung Hal Dibenci Allah
-
Wanita Ini Terjerat Masalah Hukum Usai Bertemu Kenalan di Aplikasi Kencan, Penyebabnya Bikin Terkejut
-
Kenapa Donald Trump Ingin Bangun Resor Ultra Mewah Lido? Ini Alasannya
-
Ketegangan China-AS Meningkat? Sanksi Baru Diterapkan Atas Penjualan Senjata ke Taiwan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi
-
Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal
-
Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
-
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada
-
AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina