Suara.com - Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek arena judi sabung ayam di Jalan Raya Legok, Gang Abraham, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/7/2024) kemarin.
Kanit 2 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Bara Libra mengatakan tempat perjudian ini telah sebulan beroprasi. Biasanya paling ramai dikunjungi para penjudi tiap akhir pekan.
Dalam mengamuflase, arena perjudian tersebut, pihak penyelenggara meletakan piala. Seolah sabung ayam yang dilakukan merupakan sebuah kompetisi.
“Itu buat kamuflase aja (piala), karena enggak ada kejuaraan sabung ayam,” kata Bara, saat dikonfirmasi, Senin (22/7/2024).
Berdasarkan rekaman video yang diterima Suara.com, arena sabung ayam ini cukup luas dan lengkap. Lantaran dalam arena perjudian tersebut, ada dua orang pedagang yang berjualan kopi dak bakso.
Kemudian, lanjut Bara, dalam perjudian ini, ada dua junid taruhan yang dilakukan. Pertama yakni pemain dengan pemain alias para pemilik ayam yang bakal diadu.
Kemudian ada juga taruhan yang dilakukan atara pemain dengan penonton.
“Kemudian ada taruhan yang dilakukan antara pemain dan penonton. Pemain itu pemilik ayam, yang ngadu. Penonton jadi pemasang. Jadi kalau menang, jatahnya buat si pemain,” jelas Bara.
70 Orang Ditangkap
Baca Juga: Puluhan Penjudi Lari Kocar-kacir Saat Arena Sabung Ayam Digerebek Polisi di Bekasi
Sebelumnya, para penjudi di arena sabung ayam di Bekasi lari kocar-kacir usai digerebek polisi. Dalam penggerebekan di lokasi judi sabung ayam itu, polisi menangkap sebanyak 70 orang.
Tak hanya para penjudi, polisi juga ikut menyita ayam yang dijadikan alat perjudian. Sekira 40 ayam petarung disita oleh petugas dari arena sabung ayam tersebut.
Berita Terkait
-
Puluhan Penjudi Lari Kocar-kacir Saat Arena Sabung Ayam Digerebek Polisi di Bekasi
-
Akun Penyebar Video Asusila Diduga Anak Vokalis Ternama Diburu Polisi, Terancam Jadi Tersangka!
-
Polda Metro Jaya Cabut Paspor Firli Bahuri!
-
Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2024 Capai 5.031 Pelanggar: Terbanyak Tak Pakai Helm SNI
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta