Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menjadi sorotan karena pamer sedang nongkrong sebuah kafe hingga latihan pilates ketimbang ikutan rapat di DPRD. Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas itu sampai dihujat warganet di media sosial atas kelakuannya itu.
Rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD DKI pada Senin (29/7/2024) terpantau sepi. Lebih dari setengah jumlah anggota dewan Kebon Sirih tak menghadiri rapat yang membahas soal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023 (P2APBD).
Berdasarkan daftar kehadiran anggota, dari 106 anggota DPRD DKI, hanya 43 orang yang mengisi tanda tangan kehadiran rapat.
Bahkan, awalnya yang duduk di bangku pimpinan dewan hanya Khoiruddin sendiri. Namun, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Demokrat, Misan Samsuri hadir di pertengahan rapat.
Sisanya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI dari PAN Zita Anjani, dan Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani terpantau tak hadir.
Berdasarkan penelusuran di akun Instagram ketiganya, terlihat Zita Anjani mengunggah video dirinya sedang pilates pada saat beesamaan rapat paripurna berlangsung.
Kemudian, putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu terlihat pamer sedang asyik makan keik. Hal ini pun membuatnya jadi dicari warganet akan sosoknya.
Seperti apa Zita Anjani yang diketahui publik?
Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., adalah seorang politikus muda Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN). Putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan ini, berhasil menembus dunia politik dan menjadi salah satu tokoh muda yang diperhitungkan.
Sebelum terjun ke dunia politik, Zita telah mengenyam pendidikan yang sangat baik. Ia meraih gelar sarjana di bidang Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Pelita Harapan dan melanjutkan studi S2 di University College London, salah satu universitas bergengsi di dunia. Selain itu, Zita juga memiliki sertifikat pendidikan Montessori.
Pengalaman dan Kegiatan
Selain aktif di dunia politik, Zita juga dikenal sebagai seorang aktivis sosial. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, terutama di bidang pendidikan. Zita juga mendirikan beberapa yayasan pendidikan, salah satunya adalah Yayasan Sekolah Kebangsaan Lampung.
Inilah bioadata Dita Anzani sebagaimana dilansir laman dprd-dkijakartaprov.go.id :
· Tempat/tgl. lahir: Jakarta, 12 Maret 1990
· Agama: Islam
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas