Suara.com - Demonstran berhasil menggulingkan kepemerintahan Bangladesh setelah Sheikh Hasina mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan melarikan diri ke India pada hari Senin.
Tentunya hal ini menjadi sorotan dunia, apalagi hingga saat ini ketegangan di Bangladesh tengah terjadi hingga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Namun ada fakta menarik dari Mohammed Shahabuddin, presiden Bangladesh sejak April 2023.
Pasalnya, Mohammed Shahabuddin adalah satu-satunya otoritas konstitusional tertinggi di negara itu sejak Sheikh Hasina mengundurkan diri sebagai perdana menteri karena ketakutan dengan kecaman dari pendemo.
Pada hari Selasa, Shahabuddin membubarkan parlemen dan membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan sementara dan pemilihan umum baru, dan panglima militer Jenderal Waker-Uz-Zaman dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin mahasiswa untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut.
Berikut ini mengutip dari NDTV terkait fakta tentang Shahabuddin:
- Shahabuddin lahir pada tahun 1949 di Pabna di Pakistan Timur sebelum merdeka dan Bangladesh lahir. Semasa mahasiswa, ia aktif ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan dari Pakistan pada tahun 1971.
- Pemimpin kemerdekaan dan ayah Syekh Hasina, Syekh Mujibur Rahman, menjadikan Shahabuddin sebagai sekretaris gabungan distrik di Liga Krishak Sramik Awami Bangladesh, sebuah front politik petani dan pekerja yang mencakup partai Liga Awami, pada tahun 1975.
- Shahabuddin menghabiskan tiga tahun penjara setelah pembunuhan Rahman pada tahun 1975.
- Shahabuddin, mantan hakim distrik, memimpin panel investigasi yang menyelidiki kekerasan terhadap anggota dan pendukung Liga Awami ketika partai tersebut berada dalam posisi oposisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?