Suara.com - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk melaksanan program makan bergizi gratis tahun ini. Untuk itu, Heru dianjurkan segera menyiapkan anggaran untuk memulai program itu.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Bastian Simanjuntak. Bastian mengatakan, pihaknya menilai program yang diinisiasi presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu harus segera dimulai.
Permintaan ini disampaikan dalam pemandangan fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2024.
Menurutnya, lewat makan bergizi gratis, kebutuhan nutrisi yang diperlukan anak untuk bisa berkembang jadi terjamin.
"Hal ini untuk menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan jangka panjang dengan meletakkan dasar untuk gaya hidup lebih sehat," ujar Bastian dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/8/2024).
Selain itu, dengan makanan anak yang terjamin gizi dan nutrisinya, maka Bastian menilai para siswa akan lebih mudah belajar di sekolah.
"Ketika kebutuhan dasar anak-anak terpenuhi, mereka akan lebih sehat dan belajar lebih baik," tuturnnya.
Ia pun menyarankan program makan bergizi gratis ini dianggarkan dalam APBD Perubahan 2024.
"Oleh karenanya, Fraksi Gerindra mendorong agar dalam RAPBD Perubahan tahun 2024 ini yang dialokasikan untuk program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah," pungkasnya.
Gencarkan Makan Gratis di Jakarta Tiap Pekan
Sebelumnya diberitakan, Heru Budi berencana menggencarkan uji coba program makan bergizi gratis di Jakarta. Bahkan, ia berencana melaksanakannya tiap pekan di berbagai sekolah di Jakarta.
Nantinya, ia juga ingin mengajak Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk ikut dalam uji coba program ini. Namun, ia akan menyesuaikan waktu dengan jadwal Gibran nanti.
"Ya tentunya beliau sebagai wakil presiden terpilih, saya sebagai Pj Gubernur tentunya, kalau ada waktu (uji coba) bareng," ujar Heru kepada wartawan, Kamis (8/8/2024).
"Saya punya pemikiran saya setiap Minggu akan mencoba memberikan contoh makan gratis," imbuhnya.
Heru pun mengaku bakal berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mekanisme uji coba program makan bergizi gratis di sekolah.
Berita Terkait
-
Mau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Jakarta Tiap Pekan, Heru Budi Bakal Ajak Gibran: Kalau Ada Waktu
-
Heboh Ada Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta, Heru Budi: Saya Gak Ngerti
-
Kehebohan di Jakarta Kemarin: Acara Transgender, Pemuda Simpatisan ISIS hingga Pemeran Video Syur Anak David Naif
-
Ketua Baleg DPR Mendadak Dicopot di Tengah Rapat, Supratman Syok Dapat 'Surat Cinta' Gerindra: Waduh!
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
Terkini
-
Advokat Marcella Santoso Divonis 16 Tahun Penjara, Terbukti Suap Hakim Kasus CPO dan TPPU
-
Operasional Bus Listrik Diperluas, Infrastruktur Banjir Ikut Dibenahi
-
Timur Tengah Memanas, Pengamat Ungkap Alasan Koalasi Barat Berpikir Ulang Serang Iran
-
Polda Metro Jaya Kerahkan 1.255 Personel Amankan Persija vs Borneo FC di JIS
-
Wajah Baru Musrenbang Semarang: Fokus Kebutuhan Riil Warga di Lapangan
-
Skandal Suap CPO: Hakim Sebut Syafei Hanya Perantara, Pemilik Korporasi Besar Masih Bebas?
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya
-
75 Ribu Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Alarm Serius untuk Sekolah dan Keluarga
-
Selain Mantan Presiden dan Mantan Wapres, Prabowo Juga Undang Ketum Parpol ke Istana
-
Terbukti Siapkan Rp20 Miliar untuk Suap Hakim, Eks Petinggi Wilmar Divonis 6 Tahun Penjara