Suara.com - Seorang wanita diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Mirisnya, pelaku sembari menggendong anak saat menganiaya korban.
Kasus KDRT yang menimpa wanita itu viral, salah satunya turut dibagikan politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni lewat akun Instagram pribadinya, @ahmadsahroni88 pada Rabu (14/8/2024).
Dalam video ini, terlihat ada seorang wanita berkacamata yang dianiaya pria yang diduga suaminya di sebuah ruangan. Mirisnya, aksi penganiayaan ini dilakukan di depan anak mereka yang saat itu sedang digendong oleh sang pria.
Berdasar video yang beredar, pria itu sempat memiting leher wanita yang diduga istrinya. Bahkan, kepala korban sempat terbentur ke kaca saat terlibat percekcokan dengan pelaku.
Pasutri Saling Lapor
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP M Aprino Tamara mengaku telah menerima laporan atas kasus KDRT sebagaimana yang viral di media sosial.
Adapun peristiwa ini terjadi di Mal Neo Soho, yang berada di kawasan Grogol Petamburan, pada Januari 2024 silam.
Aprino mengatakan, mereka berdua saling lapor polisi.
Si wanita inisial A membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat, sementara pria dengan inisial J melaporkan kejadian ini ke Polsek Grogol-Petamburan.
"Jadi itu ada dua laporan, dia saling melapor," kata Aprino saat dikonfirmasi, Rabu (14/8/2024).
Cekcok Rebutan Anak
Aprino mengatakan, cekcok berujung kekerasan ini dilatari oleh perebutan anak. Saat itu, lanjut Aprino anak kandung dari pasangan ini dikuasai oleh orang tua laki-laki alias ayah dari sang anak.
“Abis itu si bapaknya ini bawalah anaknya ini sama baby sitter ke Neo Soho itu. Nah tiba-tiba yang si cewek ini atau si ibu anak ini datang, Nah berebutlah anak di situ,” katanya.
Saat itu, ada seorang security yang mencoba melerai keduanya agar keributan tidak tambah meluas. Namun karena sang wanita ngotot soal anak tersebut, penganiayaan ini terjadi berulang kali.
“Ada lah kejadian di situ sebagaimana video itu langsung dipisahkan dari sekuriti setempat," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Terbongkar 'Dosa-dosa' Armor Toreador: Sudah 5 Kali Aniaya Istri, Terakhir Gegara Kepergok Nonton Film 'Blue'
-
Diringkus Polisi Saat Melarikan Diri, Suami Selebgram Cut Intan Nabila Dijerat Pasal Berlapis
-
Motif Armor Toreador Tega Aniaya Selebgram Cut Intan Nabila, Ternyata Ketahuan Nonton Film Ini
-
Viralkan Tampang Suami Cut Intan Nabila Pelaku KDRT, Pandawara: Sampah Satu Ini Belum Kami Angkut!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar