Suara.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut anggaran untuk uji coba makan bergizi gratis bukan persoalan besar. Ia bahkan siap jika harus menanggung biayanya pakai uang dari kantong sendiri.
Sesuai dengan rencana yang dibuat Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, biaya makan bergizi gratis untuk satu anak adalah Rp15 ribu. Ia menyebut dana operasional gubernur sudah bisa menanggungnya.
"Kalau saya kan kalimatnya makan gratis, jadi kesempatan saya untuk melihat adik-adik sekolah itu SD. Sementara SD itu makan siang gratis. Kan enggak mahal Rp15 ribu," ujar Heru di Balai Kota DKI, Rabu (14/8/2024).
"Anggaran operasional gubernur juga bisa kasih itu. Dari anggaran saya operasional gubernur," imbuh.
Sejumlah fraksi DPRD DKI meminta Heru memasukan biaya untuk program makan bergizi gratis dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Terkait saran ini, Heru masih mempertimbangkannya tergantung postur APBD nanti.
"Ya kami lihat postur APBD. Dibahas di sana (DPRD)," jelasnya.
Kemudian, Heru juga menyebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) siap membantu pendanaan secara suka rela lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Tapi sebagai contoh itulah saya menggunakan operasional gubernur dan setelah itu teman-teman BUMD dengan niatnya sendiri ingin memberikan contoh itu melalui CSR-nya. Ya enggak masalah di Jakarta," pungkasnya.
Heru Budi Diminta Siapkan Dana
Sebelumnya, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta meminta agar Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono segera menganggarkan program makan bergizi gratis di Jakarta. Heru bahkan disarankan mengalokasikan dananya lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, William Aditya Sarana mengatakan, penganggaran perlu dilakukan agar program gagasan Presiden-Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami mendesak agar program makan bergizi ini tidak hanya menjadi uji coba, tetapi dianggarkan secara berkelanjutan dalam APBD Perubahan 2024 dan APBD 2025, sehingga dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh Jakarta," ujar William kepada wartawan, Selasa (13/8/2024).
Tak hanya itu, William juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengalokasikan program ini lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, penambahan anggaran dari dana BOS diperlukan agar program makan bergizi gratis bisa berjalan lebih efektif.
"Fraksi PSI juga mengusulkan agar pelaksanaan program ini diperkuat dengan penebalan anggaran melalui dana BOS. Hal ini penting agar program dapat berjalan tanpa hambatan keuangan dan terus memberikan manfaat maksimal bagi para siswa," ucap William.
Berita Terkait
-
Ngaku Sibuk Urus HUT RI di IKN, Heru Budi soal Uji Coba Makan Gratis Prabowo-Gibran di Jakarta: Setelah 17-an
-
Tak Masalah Marak Spanduk Kaesang 2024-2029 di Jakarta, Heru Budi: Boleh Dong
-
Mau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Jakarta Tiap Pekan, Heru Budi Bakal Ajak Gibran: Kalau Ada Waktu
-
Heboh Ada Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta, Heru Budi: Saya Gak Ngerti
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?