Suara.com - Sebuah video yang diunggah di platform YouTube pada 10 Agustus 2024 telah memicu kekhawatiran di kalangan warganet dengan klaim bahwa Kalimantan hancur lebur akibat gempa bumi.
Video tersebut berjudul "BARU SAJA DETIK² KALIMANTAN BERDENTUM KERAS, GEMPA TARAKAN 10 AGUSTUS 2024," dan memberikan kesan bahwa bencana dahsyat telah melanda wilayah Kalimantan. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Gempa bumi yang dimaksud memang benar terjadi pada 10 Agustus 2024, dengan pusat gempa berada di tenggara Tarakan, Kalimantan Utara. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4.6 dan terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Gempa dengan magnitudo ini tergolong ringan dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan yang parah, apalagi sampai menghancurkan sebuah wilayah sebesar Kalimantan.
Lebih lanjut, narator dalam video tersebut ternyata hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Tribun News yang berjudul “Gempa M 4.6 Hantam 64 Km Tenggara Tarakan Kalimantan Utara, Cek Pusat Gempa Terkini 2 Menit Lalu”. Artikel tersebut sebenarnya tidak pernah menyebutkan bahwa gempa ini menyebabkan kehancuran besar di Kalimantan.
Artikel yang dibacakan oleh narator dalam video hanya menginformasikan tentang gempa dengan magnitudo 4.6 yang mengguncang 64 km tenggara Tarakan. Tidak ada keterangan dalam artikel tersebut yang menyebutkan adanya kehancuran besar atau dampak signifikan yang dialami oleh Kalimantan secara keseluruhan.
Klaim yang mengatakan Kalimantan hancur lebur akibat gempa ini dapat dikategorikan sebagai "konten dimanipulasi." Judul yang sensasional dan narasi yang dibuat dalam video tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dengan cara yang tidak bertanggung jawab.
Hal ini berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah Kalimantan atau memiliki kerabat di sana.
Penting untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber yang kredibel sebelum menyebarkan berita, terutama yang berkaitan dengan bencana alam atau peristiwa penting lainnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Indonesia Berduka, 2 Ribu Rumah Ambles Akibat Banjir, Benarkah?
Dalam kasus ini, klaim bahwa Kalimantan hancur akibat gempa Tarakan pada 10 Agustus 2024 adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta. BMKG telah memberikan informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut, yang menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan signifikan yang terjadi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh judul atau klaim yang sensasional tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap sumber informasi tersebut. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak dan menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Indonesia Berduka, 2 Ribu Rumah Ambles Akibat Banjir, Benarkah?
-
Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Beri Peringatan Serius: Daerah Mana yang Terancam?
-
Kondisi Terkini Setelah Satu Minggu Jepang Diguncang Gempa 7,1 Skala Richter
-
Penting! Ini Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Megathrust dan Tsunami
-
Gempa Megathrust Mengintai! Isi Tas Siaga Bencana Ini Bisa Selamatkan Nyawamu
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono