Suara.com - Video dua guru yang memimpin lagu patriotik Keranamu Malaysia saat apel sekolah di SMK Dato' Ibrahim Yaacob, Kuala Lumpur, menjadi viral.
Klip tersebut menampilkan para guru, Kausar Khairuddin dan seorang rekan perempuannya, dengan antusias menafsirkan lagu tersebut dalam bahasa isyarat di depan siswanya.
Bagian yang paling menyentuh adalah ketika para pelajar terlihat antusias mengikuti lagu tersebut sambil dengan bangga mengibarkan bendera Jalur Gemilang.
Kausar membagikan klip tersebut di akun TikTok-nya, yang sejak itu telah ditonton lebih dari 635.000 kali dan lebih dari 45.000 suka di platform tersebut.
Video tersebut telah menyentuh banyak penonton, yang memuji upaya para guru untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
“Terima kasih guru… hanya itu yang bisa kami ucapkan karena kami tidak tahu bahasa isyarat,” komentar salah satu pengguna.
"Aku sampai berkaca-kaca setelah menonton ini. Terima kasih guru... kalian sungguh hebat," sahut yang lain.
Sementara itu, beberapa penonton mengungkapkan keinginannya untuk belajar bahasa isyarat, salah satunya menulis, "Saya sudah lama ingin belajar bahasa isyarat."
Beberapa juga menyatakan harapan bahwa bahasa isyarat akan segera diperkenalkan sebagai silabus resmi di sekolah.
Baca Juga: Terjebak 9 Jam di Lift, Bocah 11 Tahun Selamat Berkat Jajanan Favorit
“Saya berharap bahasa isyarat akan diperkenalkan di sekolah dasar dan menengah pada tahun 2027. Ini akan menjadi mata pelajaran yang bagus untuk dipelajari.”
Berita Terkait
-
Perempuan 17 Tahun Lompat dari Taksi Online yang Melaju, Panik usai Driver Ambil Jalur Lain
-
Pembukaan Pekan Olahraga Malaysia Meriah, Ramai Dipuji Lebih Keren dari Olimpiade Paris
-
Gabut! Media Malaysia Mendadak Komentari Rencana Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Gadis 'Orang Asli' Usia 10 Tahun Ditemukan Tewas, Hasil Otopsi Ungkap Adanya Pemerkosaan
-
Kado Spesial HUT Kemerdekaan RI, Kiandra Ramadhipa Raih Podium Kedua di IATC Malaysia
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah Kantongi! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik
-
BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga