Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo menyebut konstelasi politik jelang pilkada kali ini, efek pilpresnya masih sangat kental sekali.
"Efek pilpres, rasanya masih terasa sampai hari ini. Kemudian pengelompokan kekuatan partai hari ini mulai terlihat tidak sebanding. Itu fakta politik," terangnya kepada Suara.com saat ditemui Kamis (23/8/2024) petang.
"Dan, proses sampai menggumpal kekuatan menjadi satu, masyarakat melihat pascapilpres siapa bergabung dan yang tidak ingin gabung karena mempertahankan prinsipnya. Konsekuensinya hasil pemilu legislatif yang kemudian menentukan pilkada, maka bila daerah yang suaranya kecil dan tidak memenuhi syarat tidak bisa mengajukan calon, contohnya di DKI Jakarta," jelasnya.
Maka apa yang terjadi, lanjut Ganjar, PDIP memilih tidak mengajukan calon karena memang tak ada kewajiban mengajukan calon di Pilkada tidak seperti Pilpres.
"Tidak jadi masalah kok. Sampai tiba-tiba ada putusan MK itu bisa mengajukan sendiri. Pada saat itu rasa-rasanya terjadi apa ya situasi berubah. Seumpama, mungkin sebelumnya ada skenario yang ingin diciptakan ada satu kekuatan berkumpul dan melawan kotak kosong, apa di balik ini maka ada kepentingan politik selanjutnya, dan rasa politik ini bisa dibaca lho oleh publik," kata mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini.
"Kalau di satu daerah terjadi akumulasi kekuatan itu ada apa? Adakah sumber daya yang harus dikuasai pada saat itu Konstelasi itu yang saya baca hari ini karena adanya efek Pilpres," ungkapnya.
Tidak benar-benar Ditinggalkan
Meski begitu, Ganjar menegaskan bahwa PDI Perjuangan dalam hal ini yang disebut bakal dikucilkan, toh nyatanya asimetris dengan fakta di daerah.
"Betul-betul tidak sama, asimetris. Maka ketika kemudian pasti sendiri dilawan, dikeroyok ngga. Di daerah malah banyak kok yang ngajak kerja sama, datang kepada kami bahkan kemarin ada partai lain mau maju dari kami terus saya bilang kayaknya kamu mau mengusung kader sendiri deh gitu ya, terus kemudian dia bilang keesokan harinya siap pindah partai dan tadi pagi kirim ke saya sudah pakai baju merah," ungkapnya.
Baca Juga: Fix! Drama Kaesang Maju Pilkada 2024 Berakhir, KPU Siapkan Ini Demi Patuhi Putusan MK
Berita Terkait
-
Bukan Kaesang, Gerindra Dukung Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen di Pilkada Jawa Tengah
-
Beda dengan Kaesang, Putri Cak Imin Tuai Sorotan Ikut Demo di DPR Tolak RUU Pilkada
-
Temui Wakapolda Metro Jaya, Dua Elite Gerindra Minta Massa Aksi Tolak Pengesahan RUU Pilkada Dibebaskan
-
Usai DPR, Giliran KPU RI yang Didemo Kawal Putusan MK
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya
-
Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!