Kembali di Maqased, Direktur Unit Perawatan Intensif Neonatal Hatem Khammach mengatakan bahwa dalam waktu normal, tidak akan ada ruang untuk menjaga Nour, Najmeh, dan Najoua begitu lama.
Tetapi jumlah kelahiran di rumah sakit telah jatuh tajam karena Israel berhenti mengeluarkan izin perjalanan kepada ibu dari Gaza dan memangkas jumlah yang diberikan kepada para ibu dari Tepi Barat yang diduduki.
Dengan lebih banyak pos pemeriksaan ditutup lebih sering, bahkan mereka yang memiliki izin berjuang untuk mengakses perlakuan spesialis di Yerusalem.
"Sebelum perang, kami memiliki tujuh atau delapan bayi Gaza di departemen kami, yang dapat menampung 30 sekaligus," kata Khammach.
Sejak Oktober, tidak ada yang datang, "dan banyak orang sakit dari Tepi Barat tidak dapat menghubungi kami".
Tetapi petugas kesehatan rumah sakit tetap sibuk, seperti mereka yang memanggil Bayouk untuk membiarkannya berbicara di telepon kepada ketiga putrinya.
"Suamiku tidak bisa melakukannya. Aku melakukannya dan aku menangis setiap kali kita menutup telepon. Aku khawatir anak -anakku akan tumbuh tanpa mengenalku," kata Bayouk.
Berita Terkait
-
Bersama Kursi Beton, Wanita India Terperosok Lubang Sedalam 10 Meter
-
Jadi Klub IKN, Mengapa Nusantara United FC Malah Bermarkas di Dekat Kota Kelahiran Presiden Jokowi?
-
Megawati Tuduh Air di IKN Bercampur Bakteri E. coli, Basuki: Saya Seminggu di Sana Gak Apa-apa!
-
Kamala Harris Terima Pencalonan Presiden dengan Seruan Mengakhiri Konflik Gaza
-
Kantor Desa Mirip Istana Garuda IKN Ada di Pulau Apa? Cek Lokasinya di Google Maps Yuk!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati