Suara.com - Bentrokan yang terjadi dengan polisi di luar ibu kota Kampala, Selasa (3/9/2024) menyebabkan Pemimpin oposisi Uganda, Robert Kyagulanyi tertembak.
Pria dikenal dengan panggilan Bobi Wine ini ditembak dan terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit Nsambya.
Politisi berusia 42 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai bintang pop itu merupakan pemimpin Partai. Menurut National Unity Platform, menyatakan bahwa ia ditembak di kaki dan mengalami luka serius di Bulindo, Distrik Wakiso.
Sebuah foto yang dibagikan di media sosial X menunjukkan Wine sedang digotong oleh dua orang pria. Ia tampak kesakitan.
Dalam pernyataannya, polisi mengatakan Wine menghadiri acara Thanksgiving di distrik tersebut. Setelah itu, tak menghiraukan saran polisi, dia dan timnya berangkat dengan melakukan konvoi hingga ke Kota Bulindo.
"Meski telah diberi arahan, ia tetap bersikeras untuk melanjutkan dan menutup jalan, sehingga memaksa polisi untuk campur tangan guna mencegah iring-iringan tersebut," kata polisi.
Selama bentrokan yang terjadi, polisi menyebut Wine diduga mengalami cedera.
Menurut pernyataan tersebut, petugas polisi di lokasi mengeklaim "ia tersandung saat hendak masuk ke kendaraannya, sehingga menyebabkan cedera." Sementara, timnya menegaskan bahwa ia ditembak.
"Penyelidikan akan dilakukan untuk memperjelas fakta-fakta tersebut," kata polisi.
Baca Juga: Operasi Internasional Berhasil! Mantan Wali Kota Filipina Dibekuk Terkait Kasus Judi Online
Wine menantang Presiden Yoweri Museveni dalam Pemilu 2021.
Ia menempati posisi kedua dengan 35 persen suara, sedangkan Museveni, petahana berusia 79 tahun, memimpin dengan 59 persen suara.
Pihak oposisi mengeklaim kemenangan mereka telah dicuri, dengan menuduh adanya kecurangan dalam pemilu.
Wine dipandang banyak orang sebagai wajah baru oposisi Uganda dan dianggap sebagai ancaman besar bagi Museveni yang telah berkuasa sejak 1986. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok