Suara.com - Pendeta berpengaruh Apollo Quiboloy, yang menyatakan diri sebagai "pemilik alam semesta" dan "anak Tuhan yang ditunjuk" yang dicari atas tuduhan perdagangan seks anak, ditangkap di Filipina pada hari Minggu.
Lebih dari 2.000 polisi dikerahkan selama lebih dari dua minggu untuk menggeledah kompleks seluas 74 hektar di kota selatan Davao yang dimiliki oleh gerejanya, Kingdom of Jesus Christ (KOJC), atas dugaan bahwa ia bersembunyi di sana di sebuah bunker.
Pengikut Quiboloy telah memblokir gerbang kompleks tersebut untuk mencegah polisi yang membawa tameng menegakkan perintah pengadilan untuk menangkapnya. Polisi juga menggunakan helikopter untuk terbang mengelilingi sebuah katedral, sebuah perguruan tinggi, dan sebuah stadion dengan 75.000 kursi.
Beberapa hari sebelum penangkapan Quiboloy, polisi dilaporkan merekam kehangatan dan detak jantung tubuh manusia, jauh di dalam bumi, menggunakan pencitraan termal dan teknologi radar.
Apollo Quiboloy, teman lama mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte, dicari atas tuduhan pelecehan anak dan seksual serta tuduhan terkait perdagangan manusia. Ia juga masuk dalam daftar "orang paling dicari" FBI atas tuduhan perdagangan seks.
Quiboloy didakwa oleh Departemen Kehakiman AS pada tahun 2021 atas perdagangan seks terhadap anak perempuan dan perempuan berusia antara 12 dan 25 tahun untuk bekerja sebagai asisten pribadi, atau "pastoral", yang diduga diminta untuk berhubungan seks dengannya.
Ia juga dicari oleh pihak berwenang atas penyelundupan uang tunai dalam jumlah besar dan skema yang membawa anggota gereja ke Amerika Serikat menggunakan visa yang diperoleh secara curang. Mereka kemudian dipaksa untuk meminta sumbangan untuk badan amal palsu, mengumpulkan dana yang malah digunakan untuk membiayai operasi gereja dan gaya hidup mewah para pemimpinnya.
Pendeta penginjil, yang diikuti oleh jutaan orang di Filipina itu, telah membantah melakukan kesalahan.
Baca Juga: Tangkap Buronan Kakap Asal Filipina di Tangerang, Polri Nego Tukar Alice Guo dengan Buronan BNN
Berita Terkait
-
Pendeta Kontroversial Asal Filipina Ditangkap, Terjerat Skandal Perdagangan Manusia dan Pelecehan Anak
-
Media Filipina Iri Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hafal Lagu Kebangsaan
-
Siapa Sebenarnya Alice Guo? Buronan Kelas Kakap Eks Wali Kota Filipina Ditangkap di Tangerang
-
Bertemu di Indonesia, Intip Harga Jam Tangan Pendeta Gilbert dan Paus Fransiskus
-
Tangkap Buronan Kakap Asal Filipina di Tangerang, Polri Nego Tukar Alice Guo dengan Buronan BNN
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza