Suara.com - Sejumlah kalangan menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak akan dilanjutkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto ketika resmi menggantikan Jokowi pada 20 Oktober 2024.
Salah satu indikasi kecurigaan ini adalah turun tajamnya anggaran pembangunan IKN di tahun 2025 di saat Prabowo sudah resmi menjadi Presiden RI.
Seperti diketahui pada Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2025, anggaran IKN hanya Rp143,1 miliar. Ini menurun tajam dibanding pada APBN 2024 yang mencapai Rp42,5 triliun.
Penurunan tajam anggaran IKN di tahun 2025 ini menimbulkan kecurigaan mengenai adanya keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo.
Hal ini dibantah tegas Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. Ia mengatakan, Jokowi secara ikhlas menyiapkan pondasi bagi Prabowo terutama dalam hal anggaran.
Menurut dia, Jokowi sudah menyiapkan anggaran untuk 8 program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran di tahun 2025.
Ini berbeda ketika Jokowi dilantik menjadi Presiden tahun 2014 yang tidak mendapat anggaran untuk program prioritasnya dari presiden sebelumnya.
"Waktu Pak Jokowi ketika dilantik kosongan, program prioritasnya belum ada di tahun 2014 tahun 2015. Kali ini ga kosong, bahkan program prioritas Pak Jokowi misal IKN dikasih bottom line aja dulu," ujar Hasan Nasbi di Youtube Akbar Faizal Uncensored.
Dengan adanya penurunan anggaran IKN di tahun 2025 ini kata Hasan, orang berteori bahwa IKN tidak akan dilanjutkan karena anggarannya cuma seratus sekian miliar. Padahal kata Hasan, ini adalah bentuk dukungan Jokowi terhadap Prabowo.
Baca Juga: Dari Wagub Jakarta jadi Ketua Timses RK-Suswono, Prabowo Titip Pesan Ini ke Riza Patria
"Jadi itu (IKN) bottom line supaya bisa jalan dulu, supaya ketika Pak Prabowo dilantik, Pak Prabowo yang akan tentukan berapa yang mau dia kasih untuk pembangunan IKN. Jadi 2025 Pak Prabowo yang tentukan pembangunan IKN anggarannya berapa, nggak di fait accomply sama Pak Jokowi. Ini kan indah bang," ujarnya.
Sebenarnya kata Hasan Nasbi bisa saja Jokowi melakukan fait accomply dengan tetap memberikan porsi besar untuk anggaran IKN di tahun 2025. Sementara program Prabowo biar nanti ditentukan oleh Prabowo sendiri. Namun Hasan mengatakan, itu tidak dilakukan Jokowi.
"Coba bayangkan, kalau Pak Jokowi bisa aja tiba-tiba fait accomply pokoknya pembangunan IKN saya gedein deh, pembangunan Pak Prabowo biar Pak Prabowo tentukan belakangan. Ini nggak. Program prioritas Pak Prabowo dikasih semua anggarannya, diutamakan, pembangunan Pak Jokowi yang mau dilanjutkan dikasih bottom line aja. Biar nanti Pak Prabowo yang ngasih berapa yang harus ditaruh di situ," ucapnya.
"Terus orang mikir,ada masalah, ada jarak, ada pertengkaran, Menurut saya ini terlalu dibuat-buat. Ini transisi yang luar biasa," lanjut Hasan Nasbi.
Berita Terkait
-
Dari Wagub Jakarta jadi Ketua Timses RK-Suswono, Prabowo Titip Pesan Ini ke Riza Patria
-
Mungkinkah Pemerintahan Prabowo-Gibran Berbentuk Kabinet Zaken?
-
Muat Artikel Fufufafa Hina Prabowo, Website Gerindra Ini Bikin Heboh
-
Admin Gerindra Tanggapi Curhatan Warganet Ngeluh Punya Wakil Presiden "Kosong"
-
Muncul Isu Bapak Kaesang Pangarep 'Atur' KPK, Pandji Pragiwaksono: Apa yang Kamu Takuti?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026
-
11 Jam Geledah Kantor Pajak Jakut, KPK Sita Duit Valas Terkait Suap Diskon Pajak Rp60 M
-
Daftar Lengkap 19 Kajari Baru: Jaksa Agung Geser Jaksa Eks KPK ke Blitar
-
3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya
-
Detik-Detik Truk Mogok Tertemper KA BasoettaManggarai di Perlintasan Rawabuaya
-
Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari
-
'Wallahi, Billahi, Tallahi!' Surat Sumpah Abdul Wahid dari Sel KPK Gegerkan Riau
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan