Suara.com - Tembakan dilepaskan dari senapan AK-47 di lapangan golf milik mantan Presiden AS Donald Trump di Palm Beach, Florida. Saat kejadian, Trump yang juga kandidat presiden dari Partai Republik, berada di lokasi dan didampingi oleh tim keamanan Dinas Rahasia AS.
Meskipun situasi sempat mencekam, tim kampanye Partai Republik mengonfirmasi bahwa Trump dalam keadaan aman.
Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang juga menjadi pesaing Trump dalam pemilihan presiden mendatang, turut memberikan komentar atas insiden tersebut.
“Saya telah diberi pengarahan tentang laporan tembakan di dekat mantan Presiden Trump dan propertinya di Florida. Saya senang dia selamat,” ujar Harris.
“Kekerasan tidak memiliki tempat di Amerika.” lanjutnya.
Dinas Rahasia AS, yang bertanggung jawab atas perlindungan presiden dan mantan presiden, memastikan bahwa prosedur pengamanan untuk Trump berjalan sesuai protokol. Namun, motif di balik penembakan tersebut masih belum jelas.
Insiden ini terjadi hampir dua bulan setelah upaya pembunuhan gagal terhadap Trump di Butler, Pennsylvania. Dalam kejadian tersebut, seorang penembak menargetkan Trump menggunakan senapan AR-15, dengan peluru yang menyerempet telinganya, menyebabkan luka ringan.
Kejadian di Pennsylvania tersebut mengakibatkan kritik keras terhadap Dinas Rahasia, yang mengakui kesalahan dalam menjaga keamanan mantan presiden.
“Ini adalah kegagalan misi. Kami bertanggung jawab penuh atas peristiwa 13 Juli di Butler, dan saya bekerja untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” kata Penjabat Direktur Dinas Rahasia AS, Ronald Rowe.
Baca Juga: Donald Trump Selamat dari Penembakan di Lapangan Golf, Pihak Keamanan Menemukan Senjata AK-47!
Persaingan antara Trump dan Harris diprediksi akan semakin memanas menjelang pemilihan presiden pada November mendatang. Insiden penembakan di Florida terjadi hanya beberapa hari setelah debat presiden pertama, di mana jajak pendapat menunjukkan Harris unggul dari Trump.
Menurut jajak pendapat kilat CNN dan YouGov, 54% responden mengatakan Harris tampil lebih baik dalam debat tersebut, sementara 31% mendukung Trump.
Berita Terkait
-
Donald Trump Selamat dari Penembakan di Lapangan Golf, Pihak Keamanan Menemukan Senjata AK-47!
-
Jika Menang Pilpres, Donald Trump Janji Akan Deportasi Massal Imigran Haiti Meski Masuk Secara Legal
-
Tak Harus Bergelar Sarjana? Kamala Harris Buka Peluang Permudah Syarat Kerja Jika Terpilih Presiden!
-
Heboh! Ibu Jual Tiket Konser Taylor Swift Anaknya Gara-gara Dukung Kamala Harris
-
Pandangan Donald Trump dan Kamala Harris Soal Aborsi, Perang Hingga Ekonomi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan