Suara.com - Seorang wanita telah menjual tiga tiket konser Taylor Swift yang telah dibelinya untuk ulang tahun ke-13 putrinya karena bintang pop itu baru-baru ini mendukung calon dari Partai Demokrat Kamala Harris.
Dalam sebuah video viral yang diunggahnya di media sosial, wanita itu mengatakan bahwa dia tidak lagi mendukung Swift karena sikap politik penyanyi itu dan apa yang dia gambarkan sebagai "keyakinan non-Kristen." Dia telah menjual tiket untuk tur Eras Swift di Toronto. Wanita itu sangat kecewa dengan dukungan politik Swift dan gaya hidupnya.
Berbicara kepada Swift dalam video tersebut, dia berkata, "Tiket saya sekarang dijual karena saya tidak ingin menghabiskan satu dolar lagi untuk mendukung Anda dan pesawat pribadi Anda serta keyakinan non-Kristen Anda."
Dalam klip berdurasi tiga menit itu, wanita itu mengklaim bahwa Taylor Swift telah merencanakan dukungannya terhadap Kamala sebelum debat.
"Pertama, menurut saya sangat menarik bagaimana Anda sudah mencetak satu surat panjang untuk semua penggemar Anda dua detik setelah Kamala dan Donald Trump berdebat, yang hanya memberi tahu saya bahwa Anda sudah menuliskannya sebelum debat, yang juga memberi tahu saya bahwa Anda tidak berpikiran terbuka. Kamala berbohong kepada semua orang di panggung itu dan kami yang tahu, tahu," katanya.
Wanita yang namanya tidak disebutkan itu mengkritik penyanyi itu karena dugaan kurangnya perhatiannya terhadap ekonomi.
"Taylor, Anda seorang miliarder. Kami yang lain tidak; kami yang lain sedang berjuang; orang-orang tidak mampu membeli rumah, dan beberapa dari kami kehilangan bisnis. Jika Harris menjabat, ekonomi kita akan hancur, tetapi saya tahu itu tidak memengaruhi Anda karena Anda memiliki semua uang dan pesawat pribadi. Anda bahkan tidak hidup di dunia seperti itu," katanya.
Dia juga menyuarakan dukungannya untuk mantan Presiden Donald Trump, yang disebutnya "orang yang tepat untuk pekerjaan itu," dan mengkritik Swift karena "tidak berhubungan" dengan kekhawatiran orang Amerika biasa.
"Donald Trump adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Jika ekonomi Amerika Serikat menderita, seluruh dunia menderita, Taylor. Jika seluruh dunia menderita, pekerjaan dan kariermu akan hancur karena tidak ada yang mampu membayar tiket konsermu," tambahnya.
Baca Juga: Dilema Umat Katolik di Pemilu AS, Paus Fransiskus Serukan 'Pilih Kejahatan yang Lebih Kecil'
Wanita itu awalnya membeli tiket untuk menghadiri konser Swift pada tanggal 15 November untuk merayakan putrinya, yang ia gambarkan sebagai penggemar lama penyanyi itu. Namun, dukungan Swift terhadap Harris setelah debat baru-baru ini mengubah pikirannya.
Karena itu, Swift menulis di Instagram untuk mendukung Harris: "Saya akan memberikan suara saya untuk Kamala Harris dan Tim Walz dalam Pemilihan Presiden 2024. Saya memilih @kamalaharris karena dia memperjuangkan hak dan tujuan yang saya yakini membutuhkan seorang pejuang untuk memperjuangkannya."
Berita Terkait
-
Pandangan Donald Trump dan Kamala Harris Soal Aborsi, Perang Hingga Ekonomi
-
Soroti Debat Capres AS, Paus Fransiskus: Donald Trump dan Kamala Harris Menentang Kehidupan
-
Nikita Willy Tetap Nyaman Bepergian saat Hamil tanpa Naik Private Jet, Ternyata Tiket Pesawatnya Semahal Ini?
-
Intip Harga Tiket Konser BoA di Jakarta pada 12 Oktober, Mulai Rp1,45 Juta
-
Dilema Umat Katolik di Pemilu AS, Paus Fransiskus Serukan 'Pilih Kejahatan yang Lebih Kecil'
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang
-
Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil