Suara.com - Baru-baru ini, seorang perempuan berbagi cerita tentang putranya yang mendapat surat peringatan dari sekolah karena meninju guru
Melalui komentarnya di halaman X, perempuan bernama Nik Hajar ini mengatakan, alasan anaknya bertengkar dengan anak guru itu karena anaknya diejek sebagai 'bukit Tionghoa'.
Ceritanya, anak guru itu mengejek anak saudara perempuannya "Tionghoa Bukit", kemudian anak saudara perempuan itu membalasnya, lalu anak laki-laki itu tidak puas, dia melemparkan perbekalan kepada saudara perempuan itu, anak saudara perempuan itu marah dan mengejarnya.
"Karena dia adalah anak guru, dia lari ke kamar guru dan adiknya meninju di depan semua guru. Anak itu berdarah di bibir, dan guru itu membubarkan mereka,” ujarnya.
Saya terharu mendengar jawaban anak itu ketika gurunya menanyakan alasan dia meninju temannya.
Ketika guru bertanya mengapa dia memukul anak laki-laki itu, saudari itu menjawab:
"DIA MEMBUANG BELANJA IBU SAYA! IBU SAYA BANGUN DI PAGI HARI UNTUK MENYIAPKAN BELANJA UNTUK SAYA, DIA MEMBUATNYA SEPERTI ITU, ITU KEUNTUNGAN."
“Cerita ini diceritakan oleh guru sambil menyerahkan surat peringatan kepada kakak dan coba tebak, saya terharu sekali dengan jawaban anaknya,” ujarnya lagi.
Namun, wanita itu tetap memarahi putranya dan memberi nasihat. Namun, ia juga berpesan, jika ada yang cari masalah jangan diam saja.
Baca Juga: Media China Pesimis: Kita Sulit Menang Lawan Timnas Indonesia
Berita Terkait
-
218 Tusukan Jarum Dianggap Bukan Bullying, Netizen Tiongkok Meradang Bela Seorang Siswi Kelas 6
-
Bayang-Bayang Kebencian? Penikaman Bocah Jepang di Tiongkok Picu Ketegangan
-
Maju Signifikan, Bos Ford Kaget dengan Perkembangan Mobil Listrik China
-
Media China Pesimis: Kita Sulit Menang Lawan Timnas Indonesia
-
Graham Arnold Kelar, Giliran 'Nyawa' Pelatih 10 Piala Ini di Tangan Shin Tae-yong
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik