Suara.com - Sebuah media asing dari Uni Emirat Arab menyoroti kejadian tambang emas ilegal di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang runtuh pada Kamis malam (26/9). Kejadian tersebut sedikitnya menewaskan 15 orang.
Media bernama Alarabiya tersebut mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terjadi di kawasan tambang emas skala kecil yang kerap kali tidak memiliki regulasi dan pengawasan ketat, mengingat lokasinya yang terpencil dan sulit dijangkau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Irwan Efendi, mengatakan bahwa longsor ini membuat para penambang tertimbun material tambang. Para penambang, yang mayoritas merupakan warga setempat, menambang secara manual di lokasi tersebut.
Akses Sulit Hambat Upaya Penyelamatan
Alarabiya juga menyoroti upaya penyelamatan yang cukup sulit dilakukan karena lokasi tambang yang terisolasi.
Tim penyelamat harus berjalan kaki selama delapan jam untuk mencapai lokasi, karena tidak ada akses jalan menuju ke sana.
Kondisi medan yang berat menambah tantangan dalam mengevakuasi korban dan mencari yang masih hilang.
Diperkirakan ada sekitar 25 orang yang berada di dalam tambang saat kejadian. Dari jumlah tersebut, 15 orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, tujuh orang masih dinyatakan hilang dan operasi pencarian terus berlangsung.
Langkah Cepat Tim Gabungan
Polisi dan militer segera turun tangan pada Jumat pagi (27/9) untuk memulai operasi pencarian dan evakuasi. Tim gabungan ini terus berusaha menyisir lokasi longsor demi menemukan korban yang hilang, sembari memastikan bahwa kondisi di lapangan tetap aman.
Media asing tersebut juga menyoroti bahwa jejadian ini bukan pertama kalinya tambang ilegal di Indonesia menelan korban jiwa.
Baca Juga: Nama Erina Gudono Masuk ke Pemberitaan Media Luar Negeri, Soal Apa?
Tambang-tambang semacam ini kerap beroperasi tanpa izin dan minim pengawasan, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Berita Terkait
-
Nama Erina Gudono Masuk ke Pemberitaan Media Luar Negeri, Soal Apa?
-
Rizky Saputra Hantam Wasit PON 2024, Media Asing: Pertandingan Gila
-
Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Sebut Jokowi adalah Mulyono
-
Media Asing Sebut Timnas Indonesia Buat Australia Frustasi, Ini Penyebabnya
-
Media Asing Sebut Target Shin Tae-yong di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jadi Realistis
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial