Suara.com - Rapat Komisi VIII DPR RI yang membahas evaluasi pelaksanaan Haji 2024 terpaksa dihentikan. Lantaran absennya Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat tersebut untuk kali kedua.
Sedianya Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja bersama Menteri Agama RI, Menteri Perhubungan RI, dan Menteri Kesehatan RI, serta Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia dan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji.
Rapat digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2024) mulai sejak pukul 10.00 WIB pagi.
Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyampaikan, memang dalam rapat biasa bila menteri tidak hadir dapat diwakilkan oleh wamen. Namun dalam rapat yang membahas evaluasi ini tidak bisa diwakilkan.
"Tapi memang itu diatur dalam tatib atau klausul lainnya dalam UU. Kalau ini memang tidak ada klausul yang mengatur ketika menteri berhalangan maka diwajibkan ke wakil menteri," kata Ashabul.
Menurutnya, sangat disayangkan dengan absennya Menag Yaqut kembali dalam rapat. Apalagi publik sangat menunggu hasil evaluasi pelaksanaan Haji 2024.
"Memang samgat disayangkan karena sebenarnya publik ini sangat menunggu hasil evaluasi ibadah haji kita. Apalagi kita tahu hasil survei yang dilakukan oleh DPR kemarin tingkat kepuasan sangat tinggi, meskipun juga aduan-aduan dari masyarakat selama ini pasti ada," ujarnya.
Ashabul menyampaikan dengan tak hadirnya Yaqut sangat menyedihkan lantaran rapat hari ini merupakan yang terakhir sebab tak ada waktu lagi.
"Nah tapi yang paling menyedihkam ini memurut saya karena kesempatan Raker kita hanya hari ini, kami pum juga di Komisi VIII ini pun juga hari terakhir rapat di sini untuk periode ini. Nggak mungkinlah kami rapat besok karena besok libur," ungkapnya.
Baca Juga: Tepis Pansus Haji 'Masuk Angin', Nusron Wahid: DPR Tak Bisa Langsung Sebut Menag Langgar UU, Jika...
Ia pun lantas menyampaikan jika masing-masing perwakilan institusi dalam rapat ini diperkenankan menyampaikan laporannya secara tertulis. Itu karena rapat tak bisa lagi dilanjutkan usai absennya Menag.
"Walaupun bahan laporan sudah disampaikan ke kita kami tapi saya ingin secara resmi melalui raker ini karena kita tidak bisa melanjutkan maka bahannya itu disampaikan secara tertulis ke Komisi 8 secara simbolis setuju ya jdi laporan disampaikan secara tertulis," katanya.
"Artinya bukan berarti laporannya ditolak tapi sudah diterima Komisi 8 tapi karena tertahan aturan sehingga belum dibahas sehingga itu nanti akan dibahas insyaallah di Komisi 8 pada periode berikutnya. Mudah-mudahan kita masih ketemu pak, di tempat yang sama di waktu yang berbeda. Saya kira itu sebelum saya tutup rapat setuju ya teman teman menerima laporannya ya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil