Suara.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung merespon positif atas kritik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pasca debat perdana di Pilkada Jakarta, yang berlangsung pada Minggu (6/10/2024) lalu.
LBH menganggap ketiga Paslon dalam Pilkada Jakarta belum punya program jitu mengatasi permasalahan Jakarta.
“Oh ya nggak apa-apa,” kata Pram saat melakukan blusukan di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Pramono menilai, sebagai calon gubernur, dirinya harus menghadapi kritik dari masyarakat atau koalisi masyarakat sipil.
Bagi Pramono, kritik bukan sesuatu yang buruk. Justru dengan kritik, dirinya bakal bisa berkerja lebih baik ke depannya.
“Jadi yang namanya calon gubernur, wakil gubernur itu memang harus dikritik setiap hari. Termasuk diri saya, jadi semakin dikritik semakin bagus,” katanya.
Politikus PDIP ini kemudian meminta agar seluruh masyarakat yang menilai pihaknya masih kurang baik bisa langsung menyampaikan kritiknya.
“Saya malah mengharapkan suara-suara seperti LBH, jangan hanya LBH, tetapi juga institusi lain yang paling penting adalah supaya membuka ruang yang lebih luas kepada masyarakat,” kata Pramono.
“Siapa pemimpin yang memang bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari lembaga-lembaga tersebut secara konkrit dan bisa diimplementasikan di lapangan,” tambahnya menandaskan.
Baca Juga: Disebut Tak Semenarik Anies VS Ahok, RK Skakmat Mardani PKS: Debat Bukan Ring Tinju!
Sebelumnya pasca debat perdana Pilkada Jakarta, LBH Jakarta menilai bahwa seluruh paslon tidak menawarkan solusi konkret yang berbasis masalah Jakarta.
Padahal seharusnya, seluruh paslon mampu menawarkan solusi yang demokratis dan berbasis ilmu pengetahuan terkait dengan berbagai permasalahan yang masih menjerat Jakarta.
Visi dan misi seluruh paslon, dinilai hanya sekedar jargonistik dan berorientasi pada peningkatan elektabilitas.
Dalam catatan Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (KOPAJA), terdapat 9 permasalahan krusial dan mendesak di Jakarta yang hingga kini belum mampu diselesaikan.
Beberapa di antaranya seperti buruknya kualitas udara Jakarta, penggusuran paksa yang masih menghantui warga, ketiadaan jaminan hak atas hunian dan keamanan bermukim, buruknya akses atas air bersih akibat swastanisasi air, serta penanganan banjir yang belum sesuai akar penyebab.
Kemudian, seluruh paslon tidak memiliki pemahaman yang komprehensif soal keadilan gender.
Seluruh paslon juga dinilai hanya membangun narasi normatif dan tidak mengurai lebih jauh kompleksitas permasalahan yang telah terjadi di Jakarta secara proporsional dari perspektif sosial dan budaya.
Berita Terkait
-
Demi Bisa Menang Pilkada, Pramono Siap Pol-polan Blusukan di Jakarta: Tak Hanya di Udara tapi di Darat
-
Bukan Cuma Mimpi! Pengamat: Ide Transportasi Ridwan Kamil dan Pramono Anung Realistis
-
Survei Debat Pilkada Jakarta versi SMRC: Pramono-Rano Teratas, RK-Suswono dan Dharma-Kun Keok!
-
Disebut Tak Semenarik Anies VS Ahok, RK Skakmat Mardani PKS: Debat Bukan Ring Tinju!
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib