Suara.com - Penempatan aparat sipil negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai berisiko timbulkan konflik sosial antara masyarakat pendatang dengan warga lokal. Sebab, bisa jadi terdapat perbedaan budaya para pendatang dengan kebiasaan masyarakat Kalimantan.
Sosiolog Sulfikar Amir mengatakan, bila IKN jadi ditinggali oleh sebagian besar ASN kelas menengah, maka akan membawa budaya berbeda dengan budaya lokal.
"Pada saat yang bersamaan, kita melihat budaya masyarakat lokal itu sepertinya terpinggirkan. Ini bisa menjadi sumber gesekan sosial karena masyarakat lokal itu merasa mereka yang sudah berada di situ tapi kemudian yang menikmati adalah orang yang pendatang," kata Sulfikar, dikutip suara.com dari podcast bersama Bambang Widjojanto, Minggu (13/10/2024).
Sulfikar mencontohkan, konflik sosial itu pernah terjadi di Kalimantan pada tahun 2001 yang dikenal dengan konflik Sampit. Konflik itu menimbulkan kerusuhan antara etnis Dayak sebagai warga asli dengan Madura yang bermigrasi ke Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data Yayasan Denny JA dan LSI Community dalam buku Menjadi Indonesia Tanpa Diskriminasi: Data, Teori, dan Solusi, jumlah korban tewas akibat konflik tersebut mencapai 469 orang dan 108.000 orang diungsikan.
"Saya kurang yakin apakah kalau IKN sudah dilakukan studi-studi risiko ini. Bahkan yang paling basic studi finansial pun juga enggak," kata Sulfikar.
Dia mengkritik, bahkan pemerintah juga tidak pernah mengungkapkan hasil studi finansial mengenai biaya yang dibutuhkan untuk membangun IKN hingga selesai.
"Kita enggak tahu sebenarnya berapa biaya real yang dibutuhkan untuk menyelesaikan paling tidak kawasan inti pusat pemerintahan yang luasnya itu sama seperti Jakarta Pusat plus Kuningan. Sekarang sudah hampir habis 90 triliun dan luas yang terbangun itu baru sekitar Monas saja," tuturnya.
Baca Juga: Waduh, Ambisi Jokowi Bangun IKN Disamakan Dengan Junta Militer Myanmar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco
-
OTT di Jakarta Barat, KPK Amankan Kepala Imigrasi
-
Nasib Dadan Sepulang Haji: Dicopot dari Kepala BGN, Dijemput Kejagung
-
Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam
-
Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE
-
Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus